Connect with us

9info.co.id | BATAM – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi fokus utama dalam industri layanan, khususnya sektor salon.

Melalui pelatihan bertajuk “Make Your Personal Brand Matter”, para pelaku industri salon diajak memahami pentingnya personal branding dan pelayanan prima (service excellent) dalam membangun kepercayaan pelanggan.

‎Penggagas kegiatan, Alfredo Sihombing, menegaskan bahwa personal branding kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama di industri layanan. Menurutnya, kualitas individu karyawan menjadi representasi langsung dari sebuah brand di mata konsumen.

‎“Personal branding bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan, terutama di industri layanan, di mana kualitas diri karyawan adalah wajah utama sebuah brand,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kekuatan bisnis saat ini tidak hanya bertumpu pada produk semata, tetapi juga pada bagaimana setiap individu di dalamnya mampu membangun citra diri yang positif dan memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.

Perkuat SDM Industri Salon, Pelatihan “Make Your Personal Brand Matter” Tekankan Personal Branding dan Service Excellent

Penggagas kegiatan, Alfredo Sihombing, menegaskan bahwa personal branding kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama di industri layanan.

‎“Ketika karyawan memiliki personal branding yang kuat dan memahami service excellent, maka kepercayaan pelanggan akan terbentuk secara alami,” jelas Alfredo.

‎Pelatihan ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung terkait pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan. Mulai dari sikap, cara berkomunikasi, hingga perhatian pada detail pengalaman pelanggan menjadi poin penting yang ditekankan.

‎Hal ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan loyalitas konsumen sekaligus memperkuat identitas brand secara menyeluruh di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

‎Sementara itu, Lia selaku Owner Nuria Salon menyampaikan bahwa program pelatihan seperti ini telah menjadi agenda rutin dalam pengembangan SDM di tempat usahanya.

‎“Program seperti ini sudah menjadi program tahunan bagi kami. Ketika karyawan memiliki personal branding yang kuat dan memahami service excellent, maka kepercayaan pelanggan akan terbentuk secara alami,” ungkapnya.

 

Lia selaku Owner Nuria Salon menyampaikan bahwa program pelatihan seperti ini telah menjadi agenda rutin dalam pengembangan SDM di tempat usahanya.

Lia Owner Nuria Salon menyampaikan bahwa program pelatihan seperti ini telah menjadi agenda rutin dalam pengembangan SDM di tempat usahanya.


‎Ia berharap, melalui kegiatan ini, setiap karyawan tidak hanya bekerja sebagai tenaga operasional, tetapi juga mampu menjadi representasi brand yang memberikan nilai dan kesan positif bagi pelanggan.

‎Di sisi lain, salah satu peserta pelatihan, Butet, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pekerja salon.

‎“Pelatihan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan skill dan cara melayani pelanggan dengan lebih profesional,” katanya.

‎Melalui pelatihan ini, diharapkan industri salon dapat terus berkembang dengan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter, citra diri, dan kemampuan pelayanan yang unggul di era digital.(Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain