Connect with us
PLN BATAM

PT. PLN Batam Fasilitasi Pelatihan Digitial Marketing Pelaku UMKM Batam

More Videos

9Info.co.id | BATAM – PT PLN Batam berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM di Kota Batam dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Tata Kelola Pelaku Usaha UMKM. Kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi BUMN antara PT PLN Batam dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Pemerintah Kota Batam dalam hal ini melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, pada Kamis (15/8), di Gedung PLUT, KUMKM Raja Ali Kelana Kota Batam.

Pelatihan ini mengupas berbagai aspek penting seperti branding dan marketing, strategi penggunaan media sosial, serta praktik pembuatan strategi konten yang efektif, untuk meningkatkan kapasitas ekonomi digital para pelaku UMKM. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan cara membuat konten yang dapat menarik perhatian target pasar dan meningkatkan engagement.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas PLN Batam bukan hanya memberikan pelayanan listrik yang prima dan andal. Namun juga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui program-program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“PT PLN Batam sebagai penyedia tenaga listrik di Kota Batam sangat mendukung pengembangan usaha di Pulau Batam. Mulai dari sektor Industri, Bisnis hingga sampai ke produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu upayanya adalah dengan Pelatihan Digital Marketing” kata Zulhamdi.

Ia menjelaskan bagaimana dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memproduksi barang yang lebih baik. Begitu juga dengan tips dan trik untuk memfoto dan mengedit produk guna meningkatkan harga jual, mengoptimalkan berbagai fitur dari sosial media serta e-commerce dan lain sebagainya.

“Seperti yang kita ketahui, UMKM adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional sekaligus salah satu faktor sangat berpotensi membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat. Maka dari itu, mari bersama-sama kita memberikan dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat,” pungkas Zulhamdi.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Hendri Arulan mengapresiasi upaya PLN Batam dalam meningkatkan softskill para pelaku UMKM untuk dapat bersaing di era digital saat ini.

“Saya berharap dengan adanya Pelatihan Digital Marketing ini UMKM akan semakin mahir dalam memanfaatkan berbagai dunia digital khususnya penggunaan sosial media dan e-commerce untuk memasarkan produknya. Sebab saya yakin kualitas produk UMKM Kota Batam tidak kalah dengan produk lainnya, namun kadang strategi pemasaran yang sering kali masih belum optimal,” beber Hendri

Sementara itu, Lailatus Sa’adah, salah satu pelaku UMKM pemilik Kripik Pisang Coklat Lumer sebagai salah satu peserta pelatihan mengungkapkan rasa senangnya karena memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan Digital Marketing dari PLN Batam.

“Kami merasa sangat terbantu karena melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan kami dalam menjalankan bisnis, terlebih lagi narasumber yang dihadirkan selalu praktisi atau orang yang ahli dibidangnya. Lewat pelatihan digital marketing ini juga pelaku UMKM bisa memperluas jangkauan pasar. Produksi rumahan bisa punya jangkauan lebih luas. Terima kasih PLN Batam dan BRI,” ujarnya.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

9info.co.id | BATAM – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version