Connect with us

9info.co.id | BATAM – Meski sudah menjadi sorotan publik dan ramai diberitakan oleh berbagai media, aktivitas mafia beras di Kota Batam diduga masih berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Parahnya lagi, salah satu pemain utama dalam jaringan mafia tersebut juga terindikasi kuat terlibat dalam peredaran rokok ilegal non cukai.

Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti informasi yang telah berulang kali disampaikan masyarakat, aktivis, dan media.

“Ini ironis. Sudah berkali-kali diberitakan, bahkan sampai menyentuh perhatian tingkat nasional, tapi praktik mafia beras dan rokok ilegal tetap lancar jaya,” ujar salah satu aktivis masyarakat sipil yang enggan disebutkan namanya, Jumat (8/8/2025).

Ia menambahkan bahwa kuat dugaan praktik bisnis haram ini dilindungi oleh oknum-oknum tertentu dari aparat penegak hukum. “Kalau tidak ada yang melindungi, mana mungkin mereka bisa beroperasi seterbuka itu?” katanya penuh kekecewaan.

Sebelumnya, Ketua Gibran Centre Kepri, Parlin Purba, telah mengguncang publik dengan langkah beraninya membongkar dugaan praktik mafia beras ilegal di Batam. Bahkan, ia telah menyerahkan data awal ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan akan melaporkannya secara resmi kepada Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Parlin menilai praktik penyelundupan, pengoplosan, dan distribusi ilegal beras di Batam bukanlah hal baru. Namun kali ini, ia menegaskan, harus ada komitmen nyata untuk menumpas jaringan mafia pangan hingga ke akarnya.

“Permainan ini sudah lama berjalan. Tapi kali ini, kita tidak boleh lagi kalah. Harus ada penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu,” ujar Parlin dalam keterangannya.

Ia juga menegaskan, Gibran Centre Kepri sudah mengantongi nama-nama pelaku, pola distribusi, hingga dugaan keterlibatan oknum aparat. Semua informasi tersebut akan segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Sementara itu, dukungan moral datang dari Ketua DPD KNPI Tanjungpinang, Dimas Prayoga. Ia menyatakan bahwa perjuangan membongkar mafia pangan bukan hanya menyangkut hukum, tapi juga persoalan keadilan sosial dan keberpihakan pada rakyat kecil.

“Mafia pangan dan rokok ilegal ini menghancurkan ekonomi lokal dan menyengsarakan masyarakat. Sudah saatnya penegak hukum serius. Jangan ada yang bermain dua kaki,” tegas Dimas.

Pihak berwenang, termasuk kepolisian, bea cukai, dan kejaksaan, didesak untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah nyata untuk menghentikan kejahatan ekonomi ini.

Publik kini menanti: apakah penegakan hukum benar-benar berpihak pada rakyat, atau justru tunduk pada kepentingan para mafia yang merusak tatanan ekonomi dan hukum di Batam. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai

DIKLAT

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Diklat Orientasi Pegawai untuk Gelombang ke-1 di Mako Brimob Polda Kepri, 18-20 Mei 2026.

Bekerjasama dengan Satbrimob Polda Kepri, orientasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun mental, disiplin dan etos kerja pegawai yang siap melayani dengan penuh tanggung jawab.

Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain menegaskan bahwa status sebagai pegawai tetap membawa amanah besar untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas.

“Saudara-saudara memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, berintegritas, memiliki jiwa korps dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” kata Alexander saat memberikan arahan Upacara Diklat.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, terutama dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pelayanan publik, perizinan, hingga pengadaan. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan profesionalisme organisasi.

Tak hanya itu, semangat kebersamaan dan soliditas antarpegawai juga menjadi nilai penting yang terus dibangun di lingkungan kerja.

“Kita adalah satu BP Batam. Jiwa korps harus dibangun agar tercipta soliditas dan semangat kebersamaan dalam organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad berharap kegiatan orientasi mampu memperkuat pemahaman pegawai terhadap arah kebijakan organisasi, sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap dinamika kepemimpinan dan budaya kerja di lingkungan BP Batam.

“Kegiatan ini agar bagaimana kita bisa memahami roda organisasi, bisa beradaptasi terhadap gaya kepemimpinan dan semua bisa berjalan seiring, selaras, seirama terhadap kebijakan organisasi,” pungkas Amsakar.

Sebanyak 676 pegawai akan mengikuti diklat yang dilaksanakan dalam enam gelombang hingga Juni 2026 mendatang. Para peserta dibekali pemahaman mengenai nilai, etika, serta budaya kerja instansi pemerintah guna menciptakan insan BP Batam yang tangguh dan bertanggung jawab. (AP)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain