Connect with us

9info.co.id – Guna untuk menekan angka stunting, khususnya di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, Sumut, Ketua Komisi II DPRD Simalungun Maraden Sinaga bekerjasama dengan pihak kecamatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting bagi ibu hamil (bumil), Selasa (28/6/2022).

Kegiatan Sosialisasi itu berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang dihadiri 60 orang ibu hamil di kecamatan tersebut.

Selama berlangsungnya kegiatan sosialisais, para peserta diberikan pemaparan tentang pentingnya pengenalan dan pencegahan Stunting pada usia dini kehamilan oleh nara sumber dari RSUD Parapat, yaitu dokter spealis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) atau dikenal sebagai dokter kandungan khusus kesehatan reproduksi wanita, termasuk menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause.

Sosialisasi Pencegahan Stunting Bagi Ibu hamil di Pemkab Simalungun.

Camat Girsang Sipangan Bolon Maruwandy Yosua Simaibang berharap kepada peserta agar mengikuti kegiatan yang diprakarsai Ketua Komisi II Fraksi PDI Perjuangan (Maraden Sinaga) dengan sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh.

“Kami dari kecamatan sangat mendukung kegiatan ini, karena kegiatan ini juga dalam rangka mendukung Program Pemerintah untuk menekan angka Stunting, khususnya di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon ini,”kata Maruwandi

Tampak juga hadir dalam kegiatan itu antara lain Forkompimca Girsang Sipangan Bolon, Direktur RSUD Parapat, Kepala Puskesmas, Kordinator BKKBN dan nara sumber.(Sim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain