Connect with us

Bupati Simalungun Menerima Audensi Deputi Litbang BKKBN

More Videos

9info.co.id – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menerima audiensi Deputi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasonal (BKKBN) RI Prof DR H M Rizal Damanik, di rumah dinas Wakil Bupati Simalungun Jln Suri-suri Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (30/6/2022)

Dalam kesempatan itu, Deputi Litbang BKKBN RI menyampaikan tentang Ambasador Go to Kampung KB yang akan di kunjungan Duta Besar Negara sahabat. “Diharapkan kampung KB berjalan sesuai payung hukum yang ada, dan yang memiliki potensi wisata alam budaya,”Rizal.

Menurut Deputi Litbang BKKBN RI bahwa Ambasador Go to Kampung KB akan di laksanakan pada bulann September – Oktober 2022 mendatang dan akan dihadri oleh perwkilan negara-negara sahabat yang diharapkan dapat melaklukan promosi wisata dan kebudayaan lewat Duta Besar.

Bupati Simalungun Radiapoh H.Sinaga,Sh,MH-Foto Bersama dengan Deputi Litbang BKKBN RI

“Di Kampung KB akan dilakukan Edukasi kepada calon pengganti siap hamil melalui aplikasi elsimil yang dapat di download lewat PlayStore, yang bertujuan untuk menghindari anak lahir stunting, dan Kab. Simalungun sebagai tuan rumah Hari Keluarga Nasional,”kata Rizal

Sementara itu, Bupati Simalungun menyampaikan Elsimil sangat baik untuk membantu mencegah Stunting, sembari mengapresiasi kehadiran Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang diharapkan ada Kerjasama dengan semua sektor yang ada didalam pemerintahan.

Menyinggung Potensi alam dan wisata budaya Simalungun terkait hari keluarga berkualitas, Bupati mengatakan perlu adanya pembekalan dan persiapkan yang dapat dilakukan agar kunjungan para perwakilan negara sahabat ini memberikan kesan yang positif.

“Harus ada multiplayer efek dari kunjungan mereka terhadap Kabupaten Simalungun. Harus terintegrasi semua kegiatan dari sarana dan prasarananya,”kata Bupati.

Disampakan Bupati, kedepan Kelurahan Sipolha Horisan kita kembangkan menjadi kampung wisata dan diharapkan kegiatan Ambasador Go to Kampung KB ini terus berkesinambungan.

“Kita masih awam akan hal ini, jadi masih perlu kita belajar dari daerah tetangga yang sudah sukses dalam melaksanakan acara ini, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah kita,” kata Bupati.

Tampak Hadir mendampingi Deputi Litbang BKKBN antara Kordinator Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dra Tengku Lafalinda MPD, Kordinator Bidang Advokasi dan Informasi BKKBN Provinsi Sumut Dra Rabiatun Adawiyah MPHR dan Kordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Dra Luci Destriati.

Dari Pemkab Simalungun mendampingi Bupati dalam menerima audiensi Deputi Litbang BKKBN RI antara lain Plt PPKBD Gimrood Sinaga, Kepala Bappeda Ronald Tambun, Kadis Kesehatan Edwin Tony SM Simanjuntak dan Kadis PMPN Jonny Saragih.

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version