Connect with us
Tausiyah di BP Batam, UAS Ajak Jemaah Laksanakan Ibadah Tepat Waktu

Tausiyah di BP Batam, UAS Ajak Jemaah Laksanakan Ibadah Tepat Waktu

More Videos

9Info.co.id | BATAM – Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) BP Batam dan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BP Batam menghadirkan penceramah kondang asal Riau, Ustadz Abdul Somad (UAS), dalam mengisi Tausiyah Ba’da Zuhur (Tadabur) di Masjid BJ Habibie BP Batam, Kamis (2/5/2024).

Direktur Peningkatan Kinerja dan Manajemen Risiko sekaligus Ketua BKDI BP Batam, Asep Lili Holilulloh mengatakan, Tausiyah Ba’da Zuhur ini digelar dalam rangka pembinaan kerohanian bagi pegawai BP Batam dan jemaah Masjid BJ Habibie BP Batam diluar pegawai BP Batam.

Asep mengatakan, dalam tausiyah yang disampaikan oleh ustadz bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara tersebut, ada beberapa pesan yang sangat bermakna untuk pegawai BP Batam dan jemaah Masjid BJ Habibie BP Batam. Dimana, pesan-pesan yang disampaikan oleh Ustad Abdul Somad ini, diharapkan menjadi bekal bagi pegawai BP Batam dan jemaah Masjid BJ Habibie BP Batam dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

“Intinya, dalam tausiyah itu dijelaskan bahwa bekerja itu merupakan suatu ibadah. Namun dalam bekerja itu, yang paling penting tentunya kita melaksanakan ibadah dengan tepat waktu dan datang ke Masjid,” ujarnya.

Dengan melaksanakan ibadah tepat waktu sebagai pembinaan dan pendidikan, kedepannya akan menghasilkan kedisiplinan dari pegawai BP Batam maupun jemaah Masjid BJ Habibie dalam melaksanakan ibadah.

“Insya Allah, dikesempatan yang akan datang, kita akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini. Sehingga akan menghasilkan nilai-nilai yang bermakna dari setiap pekerjaan yang dilakukan,” imbuhnya. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version