Connect with us
BP Batam Hadirkan Kembali Layanan BLINK

BP Batam Hadirkan Kembali Layanan BLINK, Jamin Kemudahan Masyarakat Urus UWT

More Videos

9Info.co.id | Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Direktorat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kembali menghadirkan BP Batam Layanan Keliling (BLINK) ditengah-tengah masyarakat pada hari Selasa (8/8/2023) berlokasi di Perumahan Batu Aji Permai.

Kasubdit. Pelayanan Pelanggan dan Perizinan, Evi Elfiana Br. Bangun mengatakan kehadiran BLINK ini merupakan arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus perizinan pertanahan.

“Kami hadir disini untuk memberikan kemudahan pengurusan dan pembayaran UWT (Uang Wajib Tahunan) bagi masyarakat yang belum dapat hadir di Mall Pelayanan Publik Batam Center,” tutur Evi.

Upaya “Jemput Bola” yang dihadirkan BP Batam ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang telah beramai-ramai hadir mengantre sejak pukul 08.30 WIB.

“Alhamdulillah antusias masyarakat pagi ini luar biasa, tentunya ini tidak lepas dari dukungan Ketua RW 04 yang telah mengumpulkan mereka sejak pagi tadi,” lanjut Evi.

BP Batam Hadirkan Kembali Layanan BLINK, Jamin Kemudahan Masyarakat Urus UWT

Ketua RW 04, Samsul mengucapkan terima kasih kepada BP Batam atas kehadirannya yang telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dan membayar UWT.

“Terima kasih kepada Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi yang telah mendengarkan aspirasi kami untuk mengurus dan membayar UWT dengan cara yang lebih mudah,” kata Samsul.

BLINK akan melayani masyarakat dengan menghadirkan layanan berupa pengurusan dan pembayaran UWT mulai tanggal 8 Agustus s.d. 7 September 2023 di tiga lokasi berbeda, sebagai berikut:

1. Perumahan Batu Aji Permai pada tanggal 8-10 Agustus dan 15-16 Agustus;

2. Perumahan Taman Jaya Asri Batu Aji pada tanggal 22-24 Agustus dan 29-31 Agustus;

3. Perumahan Muka Kuning Permai pada tanggal 5-7 September.

Di kesempatan lain, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan BLINK merupakan salah satu wujud komitmen BP Batam untuk memberikan kemudahan pelayanan perizinan bagi masyarakat.

“Semoga melalui BLINK, masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengurus perizinan di BP Batam sebagai bentuk komitmen kami untuk melayani masyarakat di Kota Batam yang kita cintai ini,” pungkas orang nomor satu di Batam ini. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version