Connect with us
BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih

BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih

More Videos

9info.co.id | BATAM – Semangat kebangkitan dan kasih menyelimuti keluarga besar Persekutuan Doa BP Batam, dalam peringatan Paskah yang digelar di Graha Lansia Titian Kasih, Pulau Rempang, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, selain melaksanakan ibadah bersama, kegiatan ini juga disejalankan dengan pemberian santunan, pemeriksaan kesehatan, hingga permainan mencari telur Paskah.

Sekitar 13 oma dan opa, menyambut antusias kehadiran keluarga besar Persekutuan Doa BP Batam, yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Ditemui usai kegiatan, Ariastuty mengatakan, perayaan Paskah bersama lansia ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang selalu digelar Persukutuan Doa BP Batam, pada momen hari besar keagamaan.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Suster yang telah bertanggung jawab di tempat ini, dan membuka pintu bagi kami untuk dapat memberikan berkat kepada oma dan opa disini,” ujar Ariastuty.

Ariastuty menambahkan, dirinya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Persekutuan Doa BP Batam yang telah menginisiasi kegiatan bakti sosial ini.

“Sehingga dengan kunjungan ini, BP Batam dapat membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi oma dan opa yang ada disini,” tutupnya.

Sementara itu, perwakilan Graha Lansia Titian Kasih, Suster Sepriani menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Persekutuan Doa BP Batam.

“Kami tentunya sangat berterima kasih dan mendoakan yang terbaik, atas semua kebaikan hati bapak ibu yang diberikan kepada kami terlebih khusus untuk seluruh jajaran di BP Batam,” ujarnya. (AS)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version