Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam I Wayan Wiradarma bersilaturahmi ke Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (20/1/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan dan kesamaan pemahaman dalam penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

Kunjungan itu diterima langsung oleh Ketua PN Batam, Tiwik. Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas lembaga penegak hukum di tengah perubahan regulasi hukum acara pidana.

“Kunjungan Kapolresta Barelang dan Kajari Batam ini merupakan silaturahmi antaraparat penegak hukum. Selain itu, kami juga membahas penerapan KUHAP baru agar ke depan tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaannya,” ujar Tiwik.

Menurut Tiwik, perubahan KUHAP menuntut kesiapan seluruh aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan. Koordinasi sejak dini diperlukan agar penerapan aturan baru berjalan selaras dan tidak menimbulkan hambatan dalam penanganan perkara.

Ia menegaskan, sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menyikapi perubahan hukum acara pidana. Kepolisian sebagai garda terdepan penegakan hukum, kata dia, perlu memiliki pemahaman yang sejalan dengan kejaksaan dan pengadilan.

“Dengan adanya KUHAP baru, tentu ada sejumlah penyesuaian dalam proses penegakan hukum. Karena itu, komunikasi dan koordinasi seperti ini menjadi penting agar pelaksanaannya sejalan dan tidak menimbulkan multitafsir,” kata Tiwik.

Tiwik menambahkan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kesamaan persepsi antarlembaga. Ia menilai, penerapan KUHAP baru tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh aparat penegak hukum.

“Kami ingin memastikan penerapan KUHAP baru berjalan efektif, adil, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Koordinasi dengan kejaksaan dan kepolisian menjadi kunci,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan awal penguatan koordinasi antarlembaga penegak hukum di Batam, khususnya dalam menghadapi perubahan signifikan sistem hukum acara pidana nasional. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain