Connect with us

9info.co.id -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryantio, melaksanakan mujahadah bersama setelah selesai rapat Persiapan Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Tahun 1443 Hijriah/2022 M di Batam, Sabtu (11/06)2022).

Hadir dalam Mujahadah tersebut, Ketua GP Ansor Kepulauan Riau Rahmat Budi dan Ketua Pemuda Katolik Komda Kepri Dr. Vandarones Purba, ST., MH.

Plt. Kabid Haji mengatakan mendoakan untuk orang yang akan menjalankan ibadah haji dapat kita bacakan setiap saat atau pada saat mengantar sanak saudara atau kenalan yang hendak berangkat melaksanakan rukun Islam kelima di Tanah Suci Mekkah.

Lebih lanjut dia mengatakan haji adalah ibadah yang harus dilakukan, terutama oleh umat Islam yang mampu. Terlebih, mengunjungi Tanah Suci pasti merupakan impian bagi setiap umat-Nya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Mahbub Daryanto dalam arahannya mengatakan banyak hal yang harus dipersiapkan saat hendak melaksanakan haji. Yang paling utama tentu kemampuan finansial yang mencukupi dan kondisi kesehatan fisik yang mumpuni agar mampu melakukan perjalanan jauh.

Kegiatan Mujahadah Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Batam 1443 H berlangsung di Masjid Asrama Haji Batam diikuti oleh seluruh Panitia Embarkasi Haji Batam.

Sementara itu, Ketua PW Ansor Kepulauan Riau Rahmat Budi, mengatakan cuaca yang ekstrim saat ini dan pasca pandemi covid kita berharap tidak ada kendala yang berarti.

“Alhamdulillah sepulang dari umroh bersama Gusmen seminggu yang lalu Gusmen berpesan agar kita semua bermujahadah menyerahkan diri seraya berdoa kepada Allah agar seluruh rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini diberikan kelancaran sampai pemulangan nantinya. Gusmen juga berpesan agar mendoakan seluruh Petugas Haji diberikan kesehatan dan sukses menjalankan tugas tanpa ada kendala yang berarti,” ujarnya.

Dalam doa bersama tersebut, Ketua Pemuda Katolik Komda Kepri mendoakan agar pelaksanaan ibadah haji ini dapat berjalan dengan baik sebagaimana semestinya sesuai rencana yang telah dipersiapkan dengan matang, ” kita ketahui bersama, telah dua tahun tertunda pelaksanaan ibadah haji ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Puji Tuhan pada tahun ini para sahabat kami, para saudara kami dapat melaksanakannya,” jelasnya.
Mantan ketua Pemuda Katolik Komcab Karimun ini pun berharap kepada pemerintah agar para tamu Allah ini diberikan pelayanan terbaik mulai dari persiapan keberangkatan, keberangkatan ke Tanah Suci, selama menunaikan ibadah di Tanah Suci hingga kepulangan nantinya ke Tanah Air, saya juga sangat berterimakasih kepada sahabat kami Ketua PW Ansor Kepri telah mengajak kami dalam doa bersama ini, ini suatu wujud nyata moderasi beragama yang terbangun dengan baik di Kepri.(Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dan puncak musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada Agustus. Sementara itu, berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) pun menaruh perhatian serius terhadap potensi ini, mengingat waduk merupakan sumber utama air baku untuk mendukung kebutuhan air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim ini harus dilakukan sejak dini.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, lanjut Denny, BP Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan air baku.

Pertama, BP Batam bersama PT ABH terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku secara real-time. Data pemantauan level dan kondisi air tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola dalam menentukan langkah operasional, termasuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, BP Batam terus mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antar waduk untuk mendukung distribusi air baku bagi wilayah yang terdampak penurunan debit air baku.

Ketiga, selain aspek teknis, BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA). Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.

Terakhir, BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” pesannya.

Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.

Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan;
  2. Memeriksa instalasi air secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kebocoran;
  3. Mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering;
  4. Menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain