Connect with us
Komunitas Sahabat Panti Chellsey Bagi Sembako dan Potong Rambut Ala Kidz Zaman Now untuk Anak Panti Di Batam

Komunitas Sahabat Panti Chellsey Bagi Sembako dan Potong Rambut Ala Kidz Zaman Now untuk Anak Panti Di Batam

More Videos

9info.co.id | BATAM  – Kehadiran sahabat panti Chellsey di Batam bukan hanya memberikan layanan terbaik bagi pelanggan mereka,bukan pula sekedar berusaha mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang banyak,namun bagi sahabat panti berbagi rezeki dan beramal merupakan kebahagiaan.

Hari ini(Minggu,16/02/2025) sahabat panti Chellsey mengunjungi panti asuhan Bunayya yang berlokasi di Barelang untuk melaksanakan kegiatan amal berbagi sembako.

Selain memberikan sembako pada sejumlah panti asuhan di Batam,komunitas sahabat panti Chellsey ini juga memberikan pelayanan seperti,menata rambut dan merias wajah.

Untuk skill para sahabat panti Chellsey ini tidak diragukan lagi yang di isi oleh karyawan yang memiliki keahlian di bidangnya seperti,mencukur rambut dan menata rias.

Saat berkunjung ke Bunayya langsung di sambut antusias dan penuh ceria oleh anak-anak lanti asuhan.

Puluhan anak panti asuhan terlihat senang saat di cukur rambut dan di rias oleh para karyawan yang berlatar belakang pekerja salon.

“Kita memang mengadakan kegiatan amal biasanya tiap bulan sekali mengunjungi panti asuhan untuk berbagi rezeki..”Ya ini ibarat kegiatan CSR kecil-kecilan dengan rutin mengadakan acara sosial seperti ini”ujar Yudi.

Tentu tak sekedar berkunjung ke sejumlah panti asuhan yang tersebar di kota Batam,kehadiran sahabat panti tentunya memberikan warna baru bagi kalangan komunitas sosial ini,dengan harapan agar tetap semangat memberikan perhatian terhadap kegiatan sosial khususnya pada anak-anak panti asuhan.

Dalam setiap kunjungan sahabat panti Chellsey pada panti asuhan yang akan di kunjungi,Yudi lebih dahulu mengumpulkan karyawan nya yang memiliki keahlian di bidang masing-masing seperti,menggunting,menata rambut dan merias wajah.

“Selain berbagi sembako dan makan bersama,kami juga memberikan servis dengan merapikan penampilan anak-anak panti asuhan,dari mulai mencukur rambut,merias wajah dan menata rambut,mereka terlihat senang dan ceria dengan kegiatan hari ini”kata Yudi seorang hair stylist Chellsey Salon.

Yudi merupakan sosok pria asal Pontianak yang sudah berpengalaman di dunia usaha salon,terhitung 2025 sudah 15 tahun mendirikan Chellsey Salon.

Terbentuk nya komunitas sahabat panti Chellsey ini membuat Yudi merasa senang karna bisa berbagi buat anak-anak panti asuhan,bahkan Yudi berjanji akan terus membesarkan komunitas sahabat panti Chellsey.

“Untuk setiap kunjungan ke panti asuhan,pastinya tim sahabat panti mensurvei lokasi yang mau di kunjungi,selain menyiapkan apa saja yang dibutuhkan saat kunjungan,kami juga mengundang penceramah Ustad memberikan tausyiah”jelas Yudi.

Meski hanya memberi jasa memangkas dan menata rambut,namun perhatian sahabat panti Chellsey membuat penghuni panti asuhan merasa senang dan bahagia.

Menurut pengakuan salah seorang anggota komunitas sahabat panti mengatakan apa yang telah dilakukan oleh para rekan sejawatnya memberikan kepuasan tersendiri,karna bisa melayani anak-anak panti asuhan.

“Kita semua yang tergabung di sahabat panti Chellsey diharapkan agar terus berempati dan mensyukuri talenta ataupun ke ahlian yang kami miliki dapat membantu orang lain dengan senang hati”ungkapnya.

Hal senadah juga disampaikan Agus Siswanto Siagian selaku penasehat sahabat panti menyambut gembira melihat prinsip dan semangat komunitas sababat panti Chellsey ini.

“Berbagi iti bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang kita berikan,tapi seberapa tulus dan ikhlas apa yang kita berikan”kata Dosen Fakultas Hukum Uniba.

Besar harapan Yudi kegiatan sosial ini akan terus dilakukan,meski masih terbilang tipis-tipis,namun bagi nya melakukan hal kecil dengan cinta yang besar merupakan ikhtiar nya”tutup nya.(AG)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Ombudsman Kepri Soroti Layanan Administrasi Hingga Masalah Tambang Ilegal di Kecamatan Nongsa

9info.co.id | BATAM – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan lapangan dan berdiskusi langsung di Kantor Kecamatan Nongsa, Kota Batam (20/05/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memantau langsung kualitas pelayanan publik di tingkat bawah, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dan aparat pemerintah setempat.

Dalam diskusi bersama perwakilan Kecamatan Nongsa, Kelurahan, serta Bagian Organisasi Pemko Batam, Ombudsman menyoroti tiga isu utama yakni persuratan, tambanh ilegal dan kenyamanan ruang pelayanan.

Ombudsman Kepri menaruh perhatian khusus pada banyaknya keluhan terkait desakan pembuatan Surat Keterangan oleh masyarakat maupun instansi lain—seperti untuk urusan sertifikat tanah (BPN), perbankan, hingga perpindahan barang.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, mengingatkan agar pihak Kelurahan dan Kecamatan tidak dipaksa mengeluarkan surat atau dokumen yang sebenarnya bukan menjadi wewenang.

“Hal ini penting untuk menghindari risiko hukum atau masalah keuangan di masa depan,” pungkasnya.

Ombudsman juga mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Batam yang saat ini sedang memperbaiki Peraturan Wali Kota (Perwako) agar standar pelayanan di seluruh Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Batam menjadi lebih jelas dan seragam.

Isu lingkungan juga menjadi bahasan serius. Pihak kelurahan melaporkan bahwa aktivitas penambangan pasir ilegal masih sering “kucing-kucingan” dan beroperasi pada malam hari (mulai jam 10 malam hingga subuh), seperti di area Kampung Terih/Simpang Peti.

Aktivitas ini sangat membahayakan masyarakat karena ceceran pasir membuat jalan raya menjadi licin, ditambah banyaknya truk lori yang melaju kencang hingga memicu kecelakaan.

Mengingat penindakan tambang ilegal (terutama di hutan lindung) bukan wewenang Kecamatan atau Kelurahan, Ombudsman menyarankan agar Pemko Batam segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sementara itu, pihak Kecamatan dan Kelurahan bertugas memantau dan memberikan informasi awal.

Ombudsman juga meminta pemerintah memikirkan solusi yang bijak sebelum menutup tambang tersebut, seperti mencarikan lapangan kerja alternatif bagi warga lokal yang terdampak, serta memastikan pasokan pasir legal aman agar harga bahan bangunan di pasar tidak melonjak.

Terakhir, Ombudsman Kepri mengingatkan pentingnya kenyamanan fisik kantor pelayanan.

“Kantor camat dan lurah adalah wajah terdepan pemerintah, sehingga fasilitasnya harus membuat masyarakat nyaman,” ujar Lagat.

Melalui kunjungan ini, Ombudsman Kepri berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan layanan publik di Kecamatan Nongsa demi memberikan kepastian hukum, kenyamanan, dan keadilan bagi seluruh warga Kota Batam. (Tim).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version