Connect with us

9info.co.id | BATAM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam segera mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran hukum terkait parkir liar yang terus terjadi di Row 30 dan Row 100, tepat di depan kawasan PT WASCO Engineering. Meskipun imbauan dan surat larangan telah disampaikan, praktik parkir sembarangan masih berlangsung dan menghambat aktivitas keluar-masuk proyek pengembangan lahan.

‎Langkah penertiban ini dilakukan menindaklanjuti surat dari PT Sigma Aurora Property nomor 044/SAP/III/2025 tertanggal 20 Maret 2025, yang memohon penertiban kendaraan parkir liar di area Row 30. Lahan seluas hampir 20 ribu meter persegi tersebut saat ini tengah dikembangkan, namun terhambat oleh kendaraan yang diparkir di badan dan bahu jalan secara ilegal.

‎Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa tindakan penertiban akan segera dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum dan ketertiban umum.

‎ “Kami mengacu pada peraturan perundang-undangan, terutama Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas,” ujar Salim.

‎Ia menambahkan, keberadaan kendaraan di badan dan bahu jalan telah melanggar hukum karena mengganggu fungsi utama jalan sebagai prasarana transportasi. Sesuai hukum, bagian jalan tidak boleh digunakan untuk parkir yang bukan pada tempatnya karena membahayakan keselamatan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

‎Dishub Kota Batam juga telah mengeluarkan himbauan resmi kepada manajemen PT WASCO Engineering agar segera:

‎- Menertibkan kendaraan karyawan dari area badan dan bahu jalan,

– ‎Mengarahkan kendaraan ke lahan parkir yang sesuai dan tersedia,

‎- Melarang praktik parkir liar, serta Menjelaskan status dokumen ANDALALIN sebagai dasar kegiatan operasional.

‎Kewajiban ini juga diatur secara tegas dalam berbagai regulasi hukum seperti:

‎- Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,

‎- Permenhub Nomor 60 Tahun 2019 tentang Angkutan Barang

– ‎Permenhub Nomor 96 Tahun 2015 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta

– ‎SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.726/AJ.307/DRJD/2024 tentang Pengangkutan Alat Berat.

‎Dishub menyatakan tidak menutup kemungkinan penindakan hukum akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang tetap melanggar peraturan, termasuk penerapan sanksi administratif atau penegakan hukum sesuai kewenangan instansi terkait.

‎“Kami harap manajemen perusahaan dan para karyawan mematuhi hukum yang berlaku demi menjaga keteraturan dan keselamatan bersama. Ini juga bagian dari menciptakan iklim investasi yang tertib dan aman di Kota Batam,” pungkas Salim. (Mat)

‎

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain