Connect with us

9info.co.id | BATAM – Tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang anak berusia 12 tahun, Muhammad Alif Okto Karyanto, warga Kavling Sei Lekop, Blok A No. 69, mengundang keprihatinan mendalam dari jajaran Komisi IV DPRD Kota Batam.

Alif dilaporkan meninggal dunia pada Minggu dini hari (15/06) setelah sebelumnya diduga tidak mendapatkan layanan rawat inap di RSUD Embung Fatimah karena dianggap tidak masuk kategori gawat darurat oleh pihak rumah sakit.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Batam, Selasa (17/06/2025), hadir langsung Direktur RSUD Embung Fatimah, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), perwakilan BPJS Kesehatan, serta unsur Dinas Kesehatan Kota Batam.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini dan menekankan bahwa “sehebat apapun prosedur dan acuan pelayanan kesehatan, hukum tertinggi tetap menghargai nyawa manusia.”

“Faktanya, pasien datang ke IGD butuh pertolongan. Prosedur hanyalah administratif. Tidak bisa semata-mata prosedur yang menentukan nyawa seseorang bisa ditolong atau tidak. Kita perlu ubah budaya pelayanan di RSUD kita,” ujar Surya.

Alif diketahui datang ke IGD RSUD Embung Fatimah pada Sabtu malam (14/06) sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah hampir tiga jam menunggu, keluarga diberitahu bahwa anak tersebut tidak memenuhi kriteria untuk rawat inap melalui BPJS Kesehatan. Keluarga yang tidak mampu membayar secara mandiri pun terpaksa membawa pulang Alif. Tragisnya, beberapa jam kemudian Alif meninggal dunia.

Dalam RDP tersebut, kritik keras juga disampaikan oleh anggota Komisi IV, Tapis Dabbal Siahaan, SH. Ia menilai kegagalan pelayanan di tubuh RSUD Embung Fatimah.

“Saya saja sebagai anggota DPRD pernah tidak dilayani dengan baik, apalagi masyarakat miskin. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi menyangkut nyawa manusia,” tegas Tapis.

Tapis menambahkan, kejadian ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola dan budaya kerja rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Ia menyoroti kecenderungan rumah sakit yang mempertanyakan status pasien sebagai peserta BPJS atau pasien umum, yang dinilainya mencerminkan pendekatan yang tidak manusiawi.

“Rumah sakit bukan tempat mencari profit. Filosofinya adalah pelayanan kesehatan untuk rakyat. Kalau pelayanan lambat, dokter datang terlambat, tidak disiplin, wajar masyarakat kita memilih berobat ke luar negeri,” tambahnya.

Atas banyaknya pengaduan pelayanan kesehatan di RS tersebut. Komisi IV DPRD Batam akan menindaklanjuti kasus ini secara serius dan meminta Wali Kota Batam serta instansi terkait untuk turun tangan melakukan pembenahan.

“Negara harus hadir untuk melindungi warganya, apalagi yang tidak mampu. Jangan sampai BPJS hanya jadi slogan. Kita tidak cari viralitas, kita cari keadilan,” pungkas Surya Makmur Nasution.(Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai

DIKLAT

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Diklat Orientasi Pegawai untuk Gelombang ke-1 di Mako Brimob Polda Kepri, 18-20 Mei 2026.

Bekerjasama dengan Satbrimob Polda Kepri, orientasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun mental, disiplin dan etos kerja pegawai yang siap melayani dengan penuh tanggung jawab.

Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain menegaskan bahwa status sebagai pegawai tetap membawa amanah besar untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas.

“Saudara-saudara memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, berintegritas, memiliki jiwa korps dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” kata Alexander saat memberikan arahan Upacara Diklat.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, terutama dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pelayanan publik, perizinan, hingga pengadaan. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan profesionalisme organisasi.

Tak hanya itu, semangat kebersamaan dan soliditas antarpegawai juga menjadi nilai penting yang terus dibangun di lingkungan kerja.

“Kita adalah satu BP Batam. Jiwa korps harus dibangun agar tercipta soliditas dan semangat kebersamaan dalam organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad berharap kegiatan orientasi mampu memperkuat pemahaman pegawai terhadap arah kebijakan organisasi, sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap dinamika kepemimpinan dan budaya kerja di lingkungan BP Batam.

“Kegiatan ini agar bagaimana kita bisa memahami roda organisasi, bisa beradaptasi terhadap gaya kepemimpinan dan semua bisa berjalan seiring, selaras, seirama terhadap kebijakan organisasi,” pungkas Amsakar.

Sebanyak 676 pegawai akan mengikuti diklat yang dilaksanakan dalam enam gelombang hingga Juni 2026 mendatang. Para peserta dibekali pemahaman mengenai nilai, etika, serta budaya kerja instansi pemerintah guna menciptakan insan BP Batam yang tangguh dan bertanggung jawab. (AP)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain