Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam, Rani Rafitriyani meminta Pengurus Kota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Batam, untuk terus berjuang mencetak atlet menembak berprestasi dari Kota Batam.

Hal itu disampaikan oleh Rani saat menghadiri pelantikan Pengurus Kota Perbakin Batam, masa bakti 2023-2027, di Planet Holiday Hotel, Sabtu (3/2/2024).

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus dan pelantikan Perbakin Kota Batam masa bakti 2023-2027,” buka Rani.

Rani melanjutkan, semboyan yang digaungkan Pengurus Kota Perbakin Batam, “Melangkah Bersama dan Berprestasi”, tentunya semboyan ini mempunyai makna yang dalam.

Pengurus yang baru dilantik akan dihadapkan dengan banyak pekerjaan dan tantangan yang harus dihadapi kedepannya dalam mencetak atlet berprestasi. Baik itu tantangan dalam jangka waktu hitungan bulan hingga hitungan tahun.

“Jika kita dipercaya untuk menjalankan organisasi tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah,” pesannya.

Akan ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Pengurus Kota Perbakin Batam. Seperti yang disampaikan oleh ketua terpilih, bahwa Pengurus Kota Perbakin Batam harus menyiapkan atlet pada PON 2024 dan atlet untuk Popnas 2026.

“Begitulah organisasi, yang seharusnya memikirkan dari masa ke masa. Agar yang melanjutkan tugas kedepannya tidak lagi berat, tidak lagi susah untuk melanjutkannya,” katanya.

Tidak hanya untuk kepada jajaran pengurus, Rani juga memberikan semangat kepada atlet untuk fokus mengukir prestasi. Sebab, saat ini Pemerintah Kota Batam sedang menyiapkan Peraturan Daerah sebagai bentuk apresiasi kepada atlet di Kota Batam.

Untuk atlet yang sudah pensiun, Pemerintah Kota Batam akan memfasilitasi atlet tersebut agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mendapatkan kesempatan bekerja di pemerintahan.

“Karena untuk mengharumkan nama bangsa, nama kota juga tidak mudah, mereka banyak mengorbankan waktu sampai meninggalkan kelurga. Sehingga kita harus apresiasi,” katanya.

Disamping itu, Rani juga meminta dukungan dari seluruh organisasi olahraga di Kota Batam untuk mendukung program yang sedang dijalan oleh KONI Kota Batam.

“Karena kalau kita sudah bekerjasama dan berusaha, tidak ada yang mustahil. Tentunya juga atas izin Allah SWT,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Rani mengucapkan selamat atas diselenggarakannya, Kejuaran Panahan Antar Pelajar se-Kepulauan Riau di Lapangan Vitka, Tiban.

Menurut Rani, ajang turnamen atau kompetisi yang dilaksanakan sejak dini, merupakan salah satu cara untuk mengasah dan mengembangkan talenta atlet dalam upaya meraih prestasi.

“KONI Batam tentunya mensupport penuh dalam pembinaan panahan usia dini, melalui berbagai gelaran event. Proses pembinaan akan dapat diketahui hasilnya manakala ada event yang digelar. Oleh karena itu, kita tetap mendukung penuh, demi lahirnya atlet berbakat khusunya di Kota Batam,” imbuhnya.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain