Connect with us
Refleksi Semangat Hari Sumpah Pemuda, Swara Batam Hadirkan Talkshow Inspirasi Seputar Public Speaking dan Penampilan Pembawa Acara.

Refleksi Semangat Hari Sumpah Pemuda, Swara Batam Hadirkan Talkshow Inspirasi Seputar Public Speaking dan Penampilan Pembawa Acara.

More Videos

9info.co.id | BATAM – Momen memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-97 tahun, dimanfaatkan oleh Solidaritas Pembawa Acara (SWARA) Kota Batam untuk menghimpun para anggota dan para pemuda-pemudi untuk belajar bersama dalam beberapa sesi gelar wicara (talkshow) yang menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidang public speaking, kesehatan gigi dan mulut, serta tata rias (make up).

Bertajuk One Day With Swara 2025, acara ini mulanya dirangkai khusus untuk internal anggota dari SWARA, namun semangat berbagi inspirasi ini ternyata ingin juga disampaikan kepada khalayak, khususnya pemuda-pemudi di Batam yang tertarik untuk mendalami dunia pembawa acara.

“Ini merupakan wujud nyata dari SWARA Kota Batam dalam merefleksikan Hari Sumpah Pemuda. Melalui kegiatan ini, kiranya kita dapat memperoleh ilmu dan pengalaman baru, dan sudah saatnya kita harus berkolaborasi,” ungkap Maharani Purba, Ketua SWARA Kota Batam.

Dalam sambutannya, Rani memberikan motivasi kepada semua peserta yang hadir untuk selalu berkarya dan menorehkan prestasi pada bidang yang dikuasai.

Acara semakin berkesan karena diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Drs. Ardiwinata, yang sekaligus sebagai Pembina SWARA Kota Batam.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik di SWARA Kota Batam. Meski terbilang masih baru bahkan belum dilantik, tapi sudah menyelenggarakan sebuah acara yang sangat luar biasa, berdampak positif bagi dunia pembawa acara di Kota Batam, terlebih dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda,” tuturnya.

Rangkaian acara diisi oleh pemateri yang merupakan anggota internal dari SWARA, di antaranya Lenzoe Purba yang membawakan materi tentang seni menginterpretasikan naskah voice over, kemudian Siabangedo dengan tema seni menghidupkan panggung, Indra Prameswara yang memberikan tutorial tata rias untuk pembawa acara. SWARA juga mengundang bintang tamu, seorang dokter gigi, yakni Adelia Novita, yang membawakan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan estetika penampilan.

Satu hari yang penuh inspirasi bersama SWARA Kota Batam dihadirkan dengan tujuan untuk menjaga semangat pemuda dalam berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.

Acara berlangsung sukses, karena tim organizer yang telah bertugas dengan sangat baik, yakni Gantari Organizer.

Diwacanakan ODWS menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Swara Kota Batam. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version