Connect with us

1342 Guru di Tujuh Kecamatan di Batam Terima Insentif

More Videos

9info.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan insentif kepada 1.342 guru swasta yang ada di tujuh kecamatan Kota Batam.

Insentif tersebut rutin diserahkan Pemko Batam kepada guru-guru swasta yang ada di Batam. Dengan harapan tentunya motivasi pada guru dalam mendidik generas penerus bangsa.

Dalam kesempatan itu, Rudi mengatakan guru memiliki peranan yang sangat penting dalam generasi penerus bangsa. Tidak hanya para guru sekolah negeri tapi juga guru sekolah swasta.

“Jadi baik guru swasta maupun guru negeri, sama-sama memiliki peranan yang sangat penting,’ kata Rudi, Rabu (8/3/2022).

Rudi berharap insentif yang diberikan Pemko Batam kepada para guru tersebut dapat membantu atau menambah pendapatan para guru di sekolah swasta tersebut.

Selain itu Rudi juga mengatakan saat ini Pemko Batam dan BP Batam tengah melakukan peningatan infrastruktur. Tujuannya tidak an adalah menjadikan Batam kota yang maju dan modern.

“Karena itu SDM (Sumber Daya Manusia) ini juga harus kita siapkan. Karena itulah kenapa guru memiliki peranan yang sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda Paud Kota Batam, Marlin Agustina memberikan apresiasi kepada Pemko Batam yang memberikan perhatian kepada para guru swasta di Kota Batam.

Tidak hanya guru SD dan SMP saja, tapi guru-guru PAUD juga mendapatkan bantuan tersebut. Marlin yang juga Wakil Gubernur Kepri tersebut berharap insentif ini dapat memberikan motivasi bagi para guru.

“Tidak semua daerah memiliki program seperti Batam ini. Terimakasih kepada Pemko Batam yang telah memberkan perhatian kepada guru swasta,” kata Marlin. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah

9info.co.id | BATAM – Nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,107 miliar, atau turun 3,67 persen (year-on-year). Namun, koreksi tersebut tidak terjadi secara merata, melainkan terkonsentrasi pada dua sektor utama, yaitu industri kapal dan kokoa/coklat.

‎Penurunan terbesar berasal dari ekspor kapal yang turun sekitar US$433,65 juta, serta ekspor kokoa/coklat yang turun sekitar US$91,23 juta. Konsentrasi penurunan ini menunjukkan bahwa pelemahan ekspor Batam lebih dipicu oleh koreksi pada sektor tertentu, bukan penurunan menyeluruh pada basis industri.

‎Untuk memastikan akar tekanan, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, melakukan peninjauan langsung dan dialog dengan pelaku usaha di kedua sektor tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan saat ini didominasi oleh faktor eksternal.

‎Dari kunjuangan ini, Ia mendapati pada sektor kapal, penurunan dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar pada periode sebelumnya, ditambah sensitivitas terhadap harga energi dan dinamika geopolitik.

‎Sementara pada sektor kokoa/coklat, produksi tetap berjalan, namun realisasi ekspor melambat akibat kenaikan biaya bahan baku, logistik, serta kehati-hatian pasar global.

‎“Data menunjukkan bahwa koreksi ekspor Batam tidak bersifat menyeluruh, tetapi spesifik pada sektor tertentu. Karena itu, respons yang kami siapkan juga harus presisi, dengan memahami sumber tekanan secara langsung di lapangan,” ujar Fary.

‎BP Batam menegaskan akan mengambil langkah intervensi terarah, melalui penguatan komunikasi dengan dunia usaha, percepatan penanganan hambatan logistik dan biaya, serta koordinasi lintas instansi untuk merespons faktor eksternal yang memengaruhi kinerja ekspor.

‎Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga daya tahan sektor yang sedang tertekan, sekaligus memperkuat sektor lain yang tetap tumbuh sebagai penopang utama ekspor Batam.

‎Namun demikian, sejumlah komoditas utama lainnya justru menunjukkan kinerja yang positif. Sektor minyak, bahan kimia, serta mesin dan peralatan listrik mengalami peningkatan, dengan kontribusi terbesar berasal dari mesin dan listrik yang naik sekitar 309 juta USD. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekspor Batam masih kuat dan ditopang oleh sektor industri manufaktur berteknologi.

‎Secara keseluruhan, kinerja ekspor Batam tetap solid, adaptif, dan memiliki daya tahan yang baik di tengah tantangan global. (NA)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version