Connect with us

9info.co.id – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Arifin Nainggolan bersama Ketua DPRD Timbul Jaya Sibarani dan istri, menghadiri acara Peringatkan hari Kebangkitan Isa Al-Masih di Gereja HKBP Resort Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun, Sumut, Minggu (17/4/2022)

Acara peringatan keagamaan itu juga dirangkaikan dengan Peresmian Gedung Sekolah Minggu dan Pesta Parheheon Sekolah Minggu Gereja HKBP Resort Tiga Dolok.

Mengawali acara tersebut dilaksanakan kebaktian Minggu Praeses HKBP Distrik V Sumatera Timur Pdt.M.Silitonga.M.Th, namun sebelumnya dilaksanakan penandatanganan prasasti oleh Praeses, Pendeta Resort Tiga Dolok Pdt B Siagian dan Bupati SimaLungun yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya gedung Sekolah Minggu. Pengguntingan pita ini dilakukan oleh Plt Kadis Kominfo SML Simangunsong yang di hunjuk langsung oleh panitia.

Bupati Simalungun diwakili Kaban Kesbangpol Arifin Nainggolan dalam sambutan antara lain menghimbau kepada jemaat HKBP Tiga Dolok terutama anak-anak Singkolah Minggu untuk memanfaatkan keberadaan Sekolah Minggu untuk meningkatkan ke imanan kepada Tuhan.

“Jaga dan rawat gedung Sekolah Minggu ini, gunakan untuk membina dan mendidik mental anak-anak, sehingga mereka nantinya menjadi generasi yang memiliki keimanan yang tinggi kepada Tuhan dan juga menjadi generasi yang cerdas,”kata Arifin.

Kemudian, Arifin Nainggolan menyampaikan terimakasih kepada jemaat yang telah hadir mengikuti kegiatan keagamaan ini dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. “Meskipun Kabupaten Simalungun berada di level 1, namun kita harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah,”pinta Arifin.

Usai kebaktian, dilaksanakan acara pesta Parheheon Singkolah Minggu Gereja HKBP Resort Tiga Dolok. Di acara pesta tersebut Bupati diwakili Kaban Kesbangpol dan Ketua DPRD Simalungun secara pribadi memberikan bantuan untuk kebutuhan Gedung Sekolah Minggu. Pemberian bantuan juga disusul oleh pimpinan OPD yang hadir.

Terlihat di acara tersebut juga Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun melaksanakan kegiatan vaksinasi dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 (booster) kepada para jemaat dan masyarakat, dengan tenaga vaksinator dari Puskesmas Tiga Dolok.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kadis Kesehatan Edwin Tony SM Simanjuntak, Kadis Pendidikan Zacson M Silalahi, Plt Kadis Kominfo SML Simangunsong, Plt Inspektorat Roganda Sihombing, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Pahala R Sinaga, Camat Dolok Panribuan Nopen G Sijabat, dan Camat Jorlang Hataran Pondang Sidabutar. (pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain