Connect with us

9info.co.id – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga di dampingi Istri Ny Ratnawati Radiapoh Hasiholan Sinaga menghadiri Pesta Paskah Raya Anak Ceria GKPS Distrik II, di Taman Raya August Theis Pamatang Raya Kabupaten Simalungun, Sumut, Minggu (17/4/2022)

Acara Pesta Paskah Raya Anak Ceria GKPS Distrik II diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Praeses GKPS Distrik II Pdt Erni Julianti Purba, MTh.

Dalam sambutannya Bupati Simalungun mengucapkan selamat hari Paskah kepada anak-anak yang hadir di acara tersebut dan mengajak agar rajin belajar sehingga kedepan menjadi generasi penerus yang luar biasa.

“Jangan lagi malas, harus rajin belajar, jangan suka main HP dan jangan lebih sering main game.
Dan di rumah harus rajin Membaca Alkitab agar menjadi orang yang berhasil. Saya bisa seperti ini bukan mudah seperti balikkan telapak tangan.
Ini semua perlu perjuangan dan kerja keras, untuk itu anak anak kami harus rajin belajar ya..,”pinta Bupati.

Selanjutnya kepada para guru sekolah Minggu, Bupati mengucapkan terima kasih yang telah berbuat untuk anak-anak. “Terimakasih atas pengabdiannya yang terus mendidik, mengkader generasi penerus di Kabupaten Simalungun,”ucap Bupati.

Kemudian, Bupati mengatakan, di tahun 2023 Pemkab Simalungun berusaha menganggarkan untuk kesejahteraan para guru honorer dan guru sekolah Minggu.

Dikesempatan itu, Bupati yang didampingi istri memberikan hadiah kepada anak-anak Sekolah Minggu yang Bisa menjawab pertanyaan Bupati, terkait berapa jumlah pasal dalam Alkitab. Acara di akhiri dengan bernyanyi bersama Bupati dan anak-anak sekolah Minggu.

Tampak hadir dikesempatan antara lain itu Camat Raya Septiaman Purba dan Lurah Pamatang Raya Sarmedi Purba. (pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain