Connect with us

9info.co.id | BATAM – Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan komunitas pengemudi transportasi online dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Batam.

Acara ini berlangsung di Masjid As-Salam Batam pada Jumat (7/3/2025) dan dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., beserta jajaran Pejabat Utama Polda Kepri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pimpinan komunitas, di antaranya Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Batam Ust. Anasrudin Albatamy, S.H.I., M.E.D; Ketua Aliansi Driver Online Batam Bpk. Djafri Rajab; Ketua Persaudaraan Driver Online Batam Bpk. Nur Rizky Algafani; Ketua Komunitas Andalan Online Bpk. Feryandi Tarigan; serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai momen mempererat hubungan antara kepolisian, komunitas pengemudi online, dan mahasiswa.

“Acara buka puasa bersama ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antara kepolisian dan masyarakat. Kami menyadari bahwa para pengemudi online memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Irjen Pol Asep Safrudin juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh pengemudi transportasi online, seperti persaingan ketat, isu kesejahteraan, dan keselamatan di jalan raya. Ia menegaskan bahwa Polda Kepri siap menjadi mitra bagi para driver online untuk menciptakan kondisi yang lebih aman dan kondusif.

“Kami akan terus berkomitmen memberikan perlindungan serta menciptakan lingkungan yang aman bagi para pengemudi. Jika ada permasalahan, jangan ragu untuk berkomunikasi dengan kepolisian agar bisa kita carikan solusi bersama,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda Kepri juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kewaspadaan dalam menyebarkan informasi di era digital. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan selalu memilih sumber yang terpercaya agar tidak menimbulkan keresahan.

“Kami berharap sinergi antara kepolisian, komunitas driver online, dan mahasiswa semakin kuat dan terus terjalin dengan baik. Semoga kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini membawa berkah, serta seluruh peserta senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran dalam bekerja, dan kesuksesan dalam menimba ilmu,” tutup Kapolda.

Acara buka puasa bersama ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Sebanyak 600 paket nasi kotak dan takjil telah disiapkan untuk seluruh peserta, serta 13 bingkisan khusus untuk perwakilan komunitas. Setelah berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain