Connect with us
KOPERASI

Menyokong Ketahanan Ekonomi, Amsakar Gesa Pembentukan Koperasi Merah Putih di Batam

More Videos

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menargetkan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di seluruh 64 kelurahan se-Kota Batam sebelum Juni 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Wali Kota menyampaikan bahwa pembentukan koperasi kelurahan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta menjadi bagian dari program prioritas Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

“Kita ingin setiap kelurahan di Batam memiliki koperasi yang benar-benar berfungsi sebagai instrumen ekonomi masyarakat. Target kita jelas, seluruh koperasi harus sudah terbentuk dan aktif sebelum Juni 2025,” tegas Amsakar saat memimpin Rapat Pemebentukan Koperasi Merah Putih Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (27/5/2025).

Untuk mempercepat realisasi program ini, Pemko Batam telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Satgas ini diketuai langsung oleh Wali Kota, dengan Sekretaris Daerah sebagai Wakil Ketua, serta melibatkan berbagai kepala organisasi perangkat daerah.

“Satgas ini menjadi motor penggerak di lapangan. Tugas mereka antara lain mengoordinasikan kebijakan lintas sektor, memetakan potensi kelurahan, mendampingi proses pembentukan koperasi, serta memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip ekonomi gotong royong,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amsakar menjelaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci sukses pembentukan koperasi. Oleh karena itu, para lurah diminta untuk segera melakukan musyawarah bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan tokoh masyarakat dalam merancang dan membentuk koperasi yang sesuai dengan kebutuhan warga setempat.

“Koperasi yang kita bentuk bukan sekadar formalitas. Harus hidup, harus melayani kebutuhan masyarakat, dan harus menjadi wadah penguatan ekonomi lokal,” ujar Amsakar.

Sebagai proyek percontohan, Kelurahan Sembulang di Kecamatan Galang telah meluncurkan Grand Design Pilot Project Koperasi Merah Putih Tahun 2025. Model ini diharapkan dapat menjadi acuan nasional dalam pengembangan koperasi kelurahan.

Amsakar optimistis, kehadiran koperasi Merah Putih di setiap kelurahan akan menciptakan stabilitas harga kebutuhan pokok, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam secara menyeluruh.

“Ini adalah bentuk nyata hadirnya negara di tengah rakyat melalui gerakan koperasi. Kita pastikan seluruh proses berjalan transparan, terukur, dan tepat sasaran,” pungkasnya.(MC)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

RSBP Batam dan BPOM Tingkatkan Koordinasi Pendistribusian Obat: Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

9info.co.id | BATAM – Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan memperkuat sinergi kelembagaan melalui pertemuan strategis bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, Rabu (5/8/2026).

Selain mempererat kolaborasi, pertemuan ini sekaligus bertujuan untuk memastikan pelayanan kefarmasian yang aman serta bermutu dalam mendukung pengawasan distribusi obat.

“Sinergi dengan BPOM Batam merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di RSBP Batam. Bagi kami, ketersediaan obat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan pasien. Karena itu, penguatan koordinasi ini diharapkan dapat memberikan masyarakat pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terjamin mutu dan keamanannya,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Ariastuty menegaskan bahwa keselamatan pasien selalu menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di RSBP Batam. Oleh sebab itu, penguatan kerja sama dengan BPOM Batam menjadi bagian penting agar kualitas tata kelola dan distribusi obat tetap terjaga.

Ia menilai, baik RSBP Batam maupun BPOM Batam, berupaya untuk membangun sistem pengawasan obat yang lebih terintegrasi. Sehingga, tiap tahapan, mulai dari proses distribusi, penyimpanan, sampai penggunaan obat oleh pasien dapat berjalan sesuai standar keamanan mutu.

“Kami juga membahas mekanisme koordinasi yang efektif dalam menghadapi kebutuhan layanan medis yang bersifat mendesak. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan obat tanpa mengurangi aspek teknis yang telah diatur,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, RSBP Batam dan BPOM Batam juga sepakat untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional dan aman.

Melalui komitmen bersama ini, RSBP Batam optimistis dapat menghadirkan pelayanan kefarmasian yang baik untuk masyarakat. Dengan tujuan utama agar masyarakat tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan obat yang berkualitas. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version