Connect with us
PT RSE  Miliki Legalitas Lengkap, Berita  Oknum Wartawan Berinisal FS Terkait Tuduhan Upeti ke Polisi Disebut Fitnah dan Akan Tempuh Jalur Hukum

PT RSE  Miliki Legalitas Lengkap, Berita  Oknum Wartawan Berinisal FS Terkait Tuduhan Upeti ke Polisi Disebut Fitnah dan Akan Tempuh Jalur Hukum

More Videos

9info.co.id | BATAM – Pemilik gudang PT RSE berinisial AM membantah keras pemberitaan salah satu media online, yang kembali mengangkat dokumentasi dan aktivitas lama perusahaan disertai tuduhan bahwa PT RSE tidak memiliki izin operasional serta memberikan setoran atau upeti kepada Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung.
‎
‎Menurut AM, seluruh isi pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta, tidak pernah dikonfirmasi kepada dirinya maupun pihak perusahaan, serta telah merugikan nama baik dirinya, PT RSE, dan institusi kepolisian yang ikut disebut dalam pemberitaan.
‎
‎”Kami memiliki legalitas perusahaan yang lengkap. Tuduhan bahwa perusahaan tidak memiliki izin maupun memberikan setoran kepada aparat kepolisian sama sekali tidak benar,” ujar AM kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
‎
‎AM menjelaskan bahwa pada hari yang sama dirinya telah memberikan klarifikasi di Bidang Paminal Polda Kepulauan Riau, atas pemberitaan yang dituduhkan mediarealnews.com.
‎
‎Dalam pemeriksaan tersebut, ia mengaku telah menunjukkan seluruh dokumen legalitas perusahaan, termasuk izin penyaluran BBM Non Subsidi PT RSE.
‎
‎”Semua dokumen telah kami perlihatkan kepada penyidik. Perusahaan beroperasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
‎
‎Ia juga menegaskan bahwa foto-foto yang digunakan dalam pemberitaan merupakan dokumentasi lama yang diambil pada Maret 2026.
‎
‎Menurutnya, persoalan tersebut sebelumnya telah selesai diklarifikasi dan aktivitas yang diberitakan juga merupakan aktivitas lama.
‎
‎”Saat ini PT RSE sudah tidak lagi beroperasi. Gudang dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas apa pun,” jelasnya.
‎
‎AM selanjutnya mengklaim bahwa pemberitaan lama tersebut kembali dipublikasikan setelah adanya permintaan tertentu dari seorang oknum wartawan berinisial FS yang menurut pengakuannya tidak dipenuhi.
‎
‎Klaim tersebut merupakan pernyataan sepihak dari AM dan hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh tanggapan dari pihak yang disebut.
‎
‎Menurut AM, pemberitaan yang kembali dimuat kemudian disertai tuduhan adanya setoran atau upeti kepada Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung.
‎
‎”Tuduhan itu sama sekali tidak pernah terjadi. Informasi tersebut tidak benar dan sangat merugikan saya, perusahaan, serta mencoreng nama baik institusi kepolisian,” tegasnya.
‎
‎AM menilai setiap produk jurnalistik seharusnya tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, khususnya mengenai kewajiban melakukan verifikasi, konfirmasi, keberimbangan pemberitaan, serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang diberitakan.
‎
‎”Kami menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Namun kebebasan tersebut harus dijalankan secara profesional, berimbang, terverifikasi, dan tidak mengabaikan hak jawab, dan bukan untuk kepentingan pribadi seseorang yang mengatasnamakan Jurnalis.” ujarnya.
‎
‎Lebih lanjut, AM juga menyampaikan keberatan terhadap dugaan tindakan seorang oknum wartawan berinisial FS dan berencana melaporkan ke Dewan Pers dan Pihak Kepolisian atas tuduhan dan berita Hoax yang diviralkan dimedia sosial pribadinya.
‎
‎Menurut pengakuannya, oknum tersebut diduga melakukan tekanan melalui pemberitaan yang berkaitan dengan dugaan permintaan keuntungan pribadi, termasuk dugaan permintaan jatah bulanan kepada perusahaan.
‎
‎Pernyataan tersebut merupakan klaim dari AM dan belum mendapat tanggapan dari pihak yang bersangkutan.
‎
‎AM menegaskan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada aparat penegak hukum dan berharap seluruh proses dapat ditangani secara profesional, objektif, serta berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.
‎
‎Ia juga menjelaskan bahwa PT RSE sebelumnya merupakan perusahaan yang ditunjuk sebagai agen penyalur BBM non-subsidi dari PT Ganani Indonesia di Kota Batam.
‎
‎Di akhir keterangannya, AM mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan seluruh persoalan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak media yang disebut maupun pihak lain yang disebut dalam klarifikasi tersebut belum memberikan tanggapan.
‎
‎Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version