Connect with us

Suasana Pergantian Tahun 2023 di HARRIS Batam Centre

More Videos

9info.co.id –  HARRIS Hotel Batam Center memberikan suguhan pertunjukan berbeda di pergantian tahun 2023.

Pertunjukan DJ disertai kembang api selama 15 menit dipertunjukan untuk merayakan pergantian tahun ini.

Tidak hanya tamu-tamu yang menginap di HARRIS Hotel Batam Center yang dapat menikmati pertunjukan kembang apa ini, seluruh warga Batam yang berada di sekitar lokasi alun-alun dataran engku putri dan area Batam Center dapat menikmati pertunjukan kembang api tersebut.

Sahut-sahutan dentuman kembang api di sekitaran Batam Center juga membuat suasana malam itu semakin meriah.

“Pergantian tahun dari 2022 menuju 2023 adalah pergantian tahun yang sangat bermakna bagi kita semua, karena setelah beberapa tahun, di tahun ini euforia perayaan tahun baru dapat dirayakan dengan suka cita”, ujar Harum Hendra Winata selaku General Manager HARRIS Hotel Batam Center.

HARRIS Hotel Batam Center tampil beda di tahun ini, perayaan menyambut pergantian tahun di mulai dari acara pesta “Night to Remember, masquerade and glitter party” di area ballroom.

Para tamu disambut oleh alunan musik biola dan gitar akustik sambil menikmati santapan canape sebelum masuk ke ruangan ballroom.

Setiap tamu yang hadir diberikan topeng dan terompet tahun untuk dapat menyesuaikan dengan tema malam tersebut.

Dekorasi yang sesuai dengan tema malam itu juga menambahkan kemeriahan acara makan malam.

Hiburan live band, dancer, magician menambah kemeriahan makan malam para tamu yang datang tidak saja berasal dari Kota Batam tetapi juga datang dari tanjung pinang, Singapura dan Malaysia.

Setelah makan malam, setiap tamu diberikan tempat diluar hotel sambil menikmati hiburan DJ dan minuman.

Tepat jam 12 malam kembang api pertama diluncurkan dan disambung dengan kembang api selanjutnya selama 15 menit.

Terpancar wajah kagum dan senang tamu dan masyarakat Batam yang berada di area lokasi Batam Center menikmati pertunjukan kembang api bersama teman dan keluarga.

“Semoga di tahun 2023, perekonomian Batam semakin baik serta kita semua diberikan kesehatan yang baik” tambah Harum. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Ombudsman Kepri Soroti Layanan Administrasi Hingga Masalah Tambang Ilegal di Kecamatan Nongsa

9info.co.id | BATAM – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan lapangan dan berdiskusi langsung di Kantor Kecamatan Nongsa, Kota Batam (20/05/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memantau langsung kualitas pelayanan publik di tingkat bawah, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dan aparat pemerintah setempat.

Dalam diskusi bersama perwakilan Kecamatan Nongsa, Kelurahan, serta Bagian Organisasi Pemko Batam, Ombudsman menyoroti tiga isu utama yakni persuratan, tambanh ilegal dan kenyamanan ruang pelayanan.

Ombudsman Kepri menaruh perhatian khusus pada banyaknya keluhan terkait desakan pembuatan Surat Keterangan oleh masyarakat maupun instansi lain—seperti untuk urusan sertifikat tanah (BPN), perbankan, hingga perpindahan barang.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, mengingatkan agar pihak Kelurahan dan Kecamatan tidak dipaksa mengeluarkan surat atau dokumen yang sebenarnya bukan menjadi wewenang.

“Hal ini penting untuk menghindari risiko hukum atau masalah keuangan di masa depan,” pungkasnya.

Ombudsman juga mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Batam yang saat ini sedang memperbaiki Peraturan Wali Kota (Perwako) agar standar pelayanan di seluruh Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Batam menjadi lebih jelas dan seragam.

Isu lingkungan juga menjadi bahasan serius. Pihak kelurahan melaporkan bahwa aktivitas penambangan pasir ilegal masih sering “kucing-kucingan” dan beroperasi pada malam hari (mulai jam 10 malam hingga subuh), seperti di area Kampung Terih/Simpang Peti.

Aktivitas ini sangat membahayakan masyarakat karena ceceran pasir membuat jalan raya menjadi licin, ditambah banyaknya truk lori yang melaju kencang hingga memicu kecelakaan.

Mengingat penindakan tambang ilegal (terutama di hutan lindung) bukan wewenang Kecamatan atau Kelurahan, Ombudsman menyarankan agar Pemko Batam segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sementara itu, pihak Kecamatan dan Kelurahan bertugas memantau dan memberikan informasi awal.

Ombudsman juga meminta pemerintah memikirkan solusi yang bijak sebelum menutup tambang tersebut, seperti mencarikan lapangan kerja alternatif bagi warga lokal yang terdampak, serta memastikan pasokan pasir legal aman agar harga bahan bangunan di pasar tidak melonjak.

Terakhir, Ombudsman Kepri mengingatkan pentingnya kenyamanan fisik kantor pelayanan.

“Kantor camat dan lurah adalah wajah terdepan pemerintah, sehingga fasilitasnya harus membuat masyarakat nyaman,” ujar Lagat.

Melalui kunjungan ini, Ombudsman Kepri berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan layanan publik di Kecamatan Nongsa demi memberikan kepastian hukum, kenyamanan, dan keadilan bagi seluruh warga Kota Batam. (Tim).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version