Connect with us

9info.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar operasi pasar murah dengan menyediakan 540 paket bahan pokok di Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (14/4/2022).

Giat operasi pasar murah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, terlihat masyarakat berbondong-bondong memadati halaman kantor Camat Gunung Maligas tempat digelarnya operasi pasar murah.

Meski pun terlihat ramai, namun masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dan dengan sabar menunggu ditempat disediakan oleh kecamatan di panggil oleh panitia untuk mendapatkan paket bahan pokok.

“Kegiatan operasi pasar ini dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan untuk membantu masyarakat,”kata Kadis Perindag Simalungun Leo L Haloho di sela-sela kegiatan operasi pasar di Kecamatan Gunung Maligas.

Leo menyebutkan bahwa operasi pasar di Kecamatan Gunung Maligas merupakan lanjutan kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

“Jadi kegiatan operasi pasar ini lanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu di Kecamatan Dolok Batu Nanggar di dua titik lokasi, dari 7 titik lokasi kegiatan operasi pasar yang telah dijadwalkan oleh Pemkab Simalungun. Dan di kecamatan Gunung Maligas ini ditetapkan satu titik lokasi kegiatan. Kami berharap operasi pasar ini dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyaakat,”kata Leo .

Terkait dengan harga per paket, Leo menjelaskan bahwa harga per paketnya sebesar RP 28.000, dan setiap paket berisi Minyak goreng 1 Kg, Gula Pasir 1 Kg dan Tepung terigu 1 Kg.

“Di Kecamatan ini kami menyediakan sebanyak 540 paket bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat, dan harga per paketnya Rp 28.000,”kata Leo.

Dari lokasi tersebut terlihat pihak kecamatan juga melaksanakan giat vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 kepada masyarakat yang akan mendapatkan paket bahan pokok.

Camat Gunung Maligas Masra menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi covid-19 sengaja disandingkan dengan kegiatan operasi pasar, untuk melayani masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi, baik dosis 1, dosis 2 maupun dosis 3.

“Kegiatan vaksinasi ini sengaja kami sandingkan dengan kegiatan operasi pasar, untuk melayani vaksinasi bagi masyarakat, meskipun setiap harinya kami juga melaksanakan kegiatan vaksinasi untuk masyarakat dengan harapan masyarakat di Kecamatan Gunung Maligas dipastikan mendapatkan layanan vaksinasi Covid-19,”papar Masra.

Terkait operasi pasar, Masra mengatakan bahwa pihak sangat mendukung kegiatan operasi pasar ya dilaksanakan oleh Pemerintah atasan dan berharap kiranya terus berkelanjutan dan kuotanya di tambah untuk kecamatan Gunung Maligas, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati paket kebutuhan pokok yang disediakan di operasi pasar tersebut.

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain