9info.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad bersilaturahmi dengan RTRW dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Batuaji di Aula Gedung Unrika, Selasa (29/3) malam. Juga hadir, Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina Rudi.
Rudi menyampaikan terimakasih atas kekompakan warga selama dirinya bersama Wakilnya Amsakar Achmad, memimpin Kota Batam. Keduanya berkomitmen akan terus menggelar ragam pembangunan demi kemajuan kota berjuluk Bandar Dunia Madani ini.
“Mencari pahala bisa dengan apa saja, tak hanya harta benda. Kekuasaan yang diamanahi bapak ibu kepada kami juga bisa mendatangkan pahala, maka kami ingin terus berbuat,” ujarnya.
Ia berharap hal serupa juga ditanamkan dalam diri RTRW. Rudi mengatakan, peran RTRW dalam pembangunan sangat penting karena merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah yang paling dekat dengan masyarakat.
“Kami juga mengajak RTRW, mari sukseskan pembangunan. Insha Allah ini akan jadi pahala juga,” katanya.
Kekompakan sendiri telah terbukti memudahkan proses pembangunan di Batam. “Saling mendukung demi kebaikan ini, mari kita tetap jaga. Dan, segala yang kami bangun hari ini tak lain demi Batam yang maju,” ujarnya.
Tidak lupa ia mengimbau masyarakat untuk tetap mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protkes dan menyukseskan vaksinasi. “Mari bersama jalankan tugas kita masing-masing secara kompak, membangun Batam yang kita cintai ini,” ajak dia.(mat)
Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal
9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.
Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.
“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.
Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.
Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.
Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.
Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.
Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.
“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.
“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.
Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.
Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.
“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).