Connect with us

9info.co.id | BATAM – Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Golkar, Walfentius Tindaon A.Md, menggelar masa reses II Tahun 2026 di lingkungan RT 02/RW 11, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Senin, (06/04/2026).
‎
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di lingkungan mereka.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Pemerintah Kota Batam dari Kelurahan Mangsang, Kasi Pelayanan Ina, Ketua RW 11 Ramal Doharman Manullang, Ketua RT 01 Enos Sinaga, serta Ketua RT 02 Rahmat Purba, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
‎
‎Pada kesempatan itu, warga dari RT 01 menyampaikan usulan perbaikan infrastruktur, khususnya perbaikan saluran drainase serta pembangunan drainase U-30 di wilayah mereka. Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan gedung serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
‎
‎Sementara itu, para kader Posyandu di wilayah RT 02 Elly Gusni berharap adanya pembangunan gedung Posyandu yang layak serta pemasangan lampu penerangan jalan lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga.

‎

Rahmat Purba, Ketua RT 02 RW 11 menyampaikan Aspirasi Warganya.

Rahmat Purba, Ketua RT 02 RW 11 menyampaikan Aspirasi Warganya.

‎

Adapun warga RT 04 mengusulkan perbaikan dan revitalisasi fasilitas umum (fasum) yang saat ini kondisinya dinilai sudah mengalami kerusakan.
‎
‎Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Walfentius Tindaon menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa sebagian aspirasi masyarakat telah diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dari hasil reses sebelumnya.
‎
‎“Perlu kami sampaikan bahwa pada tahun ini beberapa aspirasi dari hasil reses tahun 2025 lalu sudah mulai direalisasikan, di antaranya perbaikan saluran drainase serta pembangunan drainase U-30 di lingkungan RT 01,” ujarnya.
‎
‎Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan merealisasikan pembangunan kamar mandi serta pemasangan meteran air di fasilitas umum (fasum) RT 02 di lingkungan RW 11.
‎
‎Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses pembangunan di wilayah tersebut agar program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga.
‎
‎“Mohon dukungan dari seluruh warga RW 11 agar proses pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
‎
‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua RT 02 Rahmat Purba menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui program pembangunan yang akan direalisasikan pada tahun ini.
‎
‎“Kami mengapresiasi pokok pikiran (pokir) dari pak dewan yang akan direalisasikan tahun ini. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga, karena fasilitas umum yang ada sering kami gunakan sebagai tempat berkumpul dan kegiatan masyarakat,” ujarnya.

‎

Warga RW 11 Mangsang Sampaikan Aspirasi Infrastruktur Saat Reses Anggota DPRD Batam Walfentius Tindaon

Warga RW 11 Mangsang Sampaikan Aspirasi Infrastruktur Saat Reses Anggota DPRD Batam Walfentius Tindaon.

‎Tupoksi DPRD dalam Masa Reses
‎

‎Masa reses merupakan bagian dari tugas dan fungsi anggota DPRD dalam menjalankan perannya sebagai wakil rakyat. Dalam periode ini, anggota dewan turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
‎
‎Aspirasi tersebut kemudian dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah, baik melalui pembahasan anggaran, pengawasan program pemerintah, maupun melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang diintegrasikan dalam program pembangunan pemerintah daerah.
‎
‎Dengan demikian, kegiatan reses menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, sekaligus memastikan bahwa kebutuhan riil masyarakat dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain