Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Badan Usaha Pelabuhan Badan Pengusahaan (BUP BP) Batam layani 580.867 Penumpang di Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, yakni mulai 26 Maret 2024 (H-15) hingga 14 April 2024 (H+3). Adapun jumlah ini meliputi keberangkatan dan kedatangan di Terminal Ferry Domestik dan Terminal Ferry Internasional di wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan, jumlah penumpang di periode angkutan Lebaran Tahun 2024 ini mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama di Tahun 2023 yang mencapai 521 Ribu penumpang.

“Peningkatan tertinggi berada di Terminal Ferry Domestik yakni sebesar 15 persen atau mencapai 316 Ribu penumpang datang dan berangkat mulai dari H-15 hingga H+3 Lebaran. Hal ini menunjukkan tren positif mengingat tidak adanya lagi kebijakan pembatasan bepergian dari Pemerintah Pusat,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 15 April 2024.

Ia menambahkan, sepanjang Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, puncak arus mudik di Terminal Ferry Domestik dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam terjadi pada H-3 dengan jumlah penumpang meninggalkan Batam sebanyak 16.795 orang. Sedangkan untuk arus balik pada H+3, Dendi mengatakan sudah terjadi peningkatan dengan jumlah penumpang datang mencapai 17.541 orang.

Dendi memprediksi jumlah penumpang yang datang akan terus bertambah pada H+4 lebaran mengingat pada Selasa, 16 April 2024 kegiatan perkantoran dan sekolah kembali normal pasca Libur Hari Raya Idul Fitri 2024.

“Kami memprediksi di H+4 Lebaran atau Senin, 15 April 2024 ini jumlah penumpang yang kembali ke Batam terus masih terus bertambah,” imbuh Dendi.

Dihimpun dari Data Badan Usaha Pelauhan, Terminal Ferry Domestik dengan jumlah penumpang terpadat selama Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024 (H-15 s/d H+3) adalah Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur dengan total penumpang datang dan berangkat mencapai 139 Ribu penumpang. Terminal ini melayani penumpang tujuan Tanjung Pinang, Dabo Singkep, Tanjung Uban, Tarempa, dan Sei Tenam.

Sedangkan untuk Terminal Ferry Internasional, Terminal Ferry Internasional Batam Centre melayani penumpang dengan jumlah penumpang terbanyak dengan total penumpang datang dan berangkat mencapai 154 Ribu penumpang. Terminal ini melayani penumpang tujuan Malaysia (Stulang Laut dan Pasir Gudang) serta Singapura (Harbour Front dan Tanah Merah).

Selama Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, imbuh Dendi juga telah menyiagakan 4 (empat) posko Angkutan Laut yang tersebar di beberapa titik, antara lain Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Terminal Ferry Domestik Sekupang, Terminal Ferry Domestik Harbour Bay dan Terminal Umum Batu Ampar (Pelni).

Badan Usaha Pelabuhan bersama-sama dengan instansi terkait lainnya melakukan pengawasan terpadu di Pelabuhan Batam selama periode Arus Mudik Angkutan Lebaran Tahun 2024, antara lain Lantamal IV Batam, Kepolisian Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang, KSOP Khusus Batam, Kantor Imigrasi Batam, Kantor Bea dan Cukai Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Koordinator Basarnas Batam, Stasiun Meterologi Hang Nadim Batam dan Jasa Raharja Kota Batam.

“Kami ucapkan terima kasih atas sinergi lintas instansi selama pengamanan Angkutan Lebaran Tahun 2024 sehingga kegiatan mudik dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” tandas Dendi. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain