Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pusat Data dan Sistem Informasi Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya meningkatkan kesadaran keamanan informasi bagi masyarakat, terkhusus melalui para pegawai di lingkungan BP Batam sebagai agen keamanan informasi bagi institusi, pribadi dan masyarakat luas.

Upaya ini disampaikan lewat kegiatan Kampanye Kesadaran Keamanan Informasi bertema “Menanamkan Budaya Keamanan Informasi sebagai Bagian dari Budaya/Etos Kerja di Lingkungan BP Batam yang merupakan Bagian Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)”.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (25/6/2025) bertempat di IT Centre BP Batam ini dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Sylvia J. Malaihollo, dengan menghadirkan narasumber Putri Indonesia Kebudayaan 2025 sekaligus Sandiman Ahli Pertama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Syafira Mardhiyah.

Dalam sambutannya, Sylvia mengatakan bahwa kampanye ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan budaya kesadaran keamanan informasi dan upaya perlindungan data di era digital bagi masyarakat secara luas, khususnya di lingkungan pegawai BP Batam.

“Setiap tahun kampanye ini selalu kami selenggarakan agar para pegawai semakin memahami tentang teknis keamanan informasi di ruang digital, dengan teknologi yang terus berkembang diharapkan kesadaran keamanan informasi ini dapat menjadi bagian dari budaya/etos kerja kita,” kata Sylvia.

“Untuk mengawali kesadaran keamanan informasi ini sangat mudah, bisa dimulai dari logout di akhir sesi saat menggunakan komputer atau aplikasi,” sambung Sylvia.

Sylvia turut menyampaikan keamanan informasi ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta menekankan pentingnya bagi setiap individu menjaga keamanan sistem informasi baik secara pribadi maupun institusi.

“Keamanan informasi, data, serta teknologi merupakan satu kesatuan dan seluruhnya juga tidak terpisahkan dari penyelenggaraan SPBE, oleh karena itu apresiasi juga kami sampaikan kepada pegawai yang telah berkontribusi menjaga sistem informasi di BP Batam,” terang Sylvia.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Mohammad Taofan menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran informasi bagi seluruh pihak.

Menurutnya, selain menjadi indikator nilai SPBE BP Batam, kesadaran akan keamanan informasi sangat penting dan menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Keamanan informasi adalah tanggung jawab kita bersama, lewat kegiatan ini harapannya kita dapat terus berkolaborasi meningkatkan kesadaran keamanan informasi di BP Batam untuk mewujudkan indikator nilai SPBE BP Batam yang memuaskan, tapi juga menjadi agen atau duta keamanan informasi untuk masyarakat luas.” terang Mohamad Taofan yang saat ini menaungi Bagian Hubungan Masyarakat.

Ia juga berharap setiap pegawai yang hadir, dapat menjadi agen keamanan informasi dengan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk dimanfaatkan secara optimal, baik bagi institusi BP Batam, pribadi maupun di dalam kehidupan bermasyarakat dan era digital.

Taofan meyakini kesadaran keamanan merupakan langkah awal guna menghindari hal-hal yang merugikan berkaitan dengan data dan keamanan informasi juga meningkatkan awareness terhadap penggunaan perangkat elektronik di era digital.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa Pejabat Tingkat III dan IV, serta pelaksana sebagai perwakilan peserta dari seluruh unit kerja di lingkungan BP Batam. (MI)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain