Connect with us

9info.co.id | BATAM – Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi IV, Tapis Dabbal Siahaan, melaksanakan kegiatan reses di Fasum RT 05, Perumahan Mutiara Indah, RW 24, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Selasa (31/3/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan lingkungan, pelayanan kesehatan hingga hak-hak pekerja.
‎
‎Reses yang dihadiri ratusan warga itu berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat disampaikan langsung kepada wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
‎
‎Ketua RW 24, Suharto, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran anggota DPRD yang bersedia turun langsung ke lingkungan warga untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

‎“Sejak Pemilu 2024 lalu, baru kali ini ada anggota dewan yang datang langsung ke lingkungan kami untuk reses. Kami berharap aspirasi warga dapat diperjuangkan,” ujar Suharto.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama, di antaranya kondisi drainase yang tersumbat dan tidak berfungsi optimal serta kondisi fasilitas umum yang dinilai perlu perbaikan.
‎
‎Selain itu, warga juga menyoroti kualitas air bersih yang digunakan masyarakat sehari-hari. Mereka berharap adanya pengawasan dari instansi terkait untuk memastikan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kesehatan.
‎
‎Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Tapis Dabbal Siahaan menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan sarana bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

‎Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan pembahasan di DPRD untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
‎
‎Terkait keluhan mengenai perusahaan yang diduga belum mendaftarkan pekerjanya ke program jaminan sosial, Tapis juga mendorong agar masyarakat dapat melaporkan secara resmi kepada DPRD agar dapat ditindaklanjuti melalui pengawasan Komisi IV.

‎

Tampung Aspirasi Warga

Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi IV, Tapis Dabbal Siahaan, melaksanakan kegiatan reses di Fasum RT 05, Perumahan Mutiara Indah, RW 24, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Selasa (31/3/2026).

‎“Kami akan menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai dengan kewenangan DPRD, termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan pelanggaran terhadap hak-hak pekerja,” ujarnya.
‎
‎Selain itu, ia juga meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan terhadap usaha depot air minum isi ulang yang beroperasi di lingkungan masyarakat guna memastikan seluruh usaha tersebut memenuhi standar kesehatan dan perizinan yang berlaku.
‎
‎Dalam kesempatan itu, Tapis juga menyampaikan bahwa persoalan drainase di kawasan Perumahan Mutiara Indah akan menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
‎
‎Di akhir kegiatan, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama di tengah musim kemarau yang rawan kebakaran lahan.
‎
‎“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujarnya.
‎
‎Kegiatan reses tersebut juga dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Batam, serta pihak Puskesmas Batu Aji, yang turut memberikan penjelasan terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
‎
‎Melalui kegiatan tersebut, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat terserap dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan di Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain