Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Diperkirakan hampir 20 ribuan masyarakat Kota Batam tumpah ruah menghadiri agenda buka puasa bersama dan salat berjamaah di Dataran Engku Putri, Sabtu (23/3/2024).

Kegiatan ini, digelar oleh Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan yang selama ini terjalin.

Tidak hanya masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda tingkat Provinsi Kepri dan Kota Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Batam dan seluruh jajaran Forkopimda yang telah hadir dalam kegiatan buka bersama dan salat berjamaah.

“Mudah-mudahan niat baik kita semua yang hadir di dataran Engku Putri ini, Allah berikan yang terbaik untuk kita semua,” ujar Muhammad Rudi.

Kepada seluruh jajaran Forkopimda di Provinsi Kepri dan Kota Batam, Muhammad Rudi juga menyampaikan terima kasih karena telah bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi pemilihan legislatif dan presiden. Secara keseluruhan, pesta demokrasi dalam keadaan damai berkat kerjasama seluruh pihak.

Ia berharap, niat baik dari seluruh Forkopimda dalam membangun Kota Batam dan Provinsi Kepri dapat dibalas oleh Allah.

Untuk kedepannya, pesta demokrasi belum usai. Akan ada pesta demokrasi untuk pemilihan kepala daerah pada November mendatang. Pada momen bulan Ramadan ini, Muhammad Rudi mengajak seluruh pihak untuk membersihkan hati dalam menyongsong pemilihan kepala daerah agar berjalan dengan baik.

“Dan di bulan Ramadan ini saya mengajak kita semua untuk menjaga keamanan Kota Batam, kita jaga bersama-sama,” katanya.

“Saat ini Kota Batam tengah membangun, tentu saja saya terima kasih kepada Forkopimda Provinsi Kepri dan Forkopimda Kota Batam yang telah mendukung sepenuhnya. Sehingga Kota Batam kita bangun sama-sama dalam keadaan damai,”Katanya.

Sebab, salah satu bukti nyata dampak dari pembangunan ini adalah, pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang mencapai angka 7,04 persen. Angka ini, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri dan nasional.

“Ini adalah kerja Forkopimda Kota Batam dan BP Batam. Kerja kita belum usai, mari di bulan Ramadan ini kita berdoa sehingga apa yang kita rencanakan bersama-sama, bisa terlaksana dengan cepat. Sehingga tahun 2029 Batam sudah menjadi suatu kota baru untuk kita semua,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menjadikan Batam kota baru bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, jika semuanya kompak maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk Kota Batam.

“Kita bersihkan diri kita, supaya kita kompak dan bersatu membangun kota Batam menuju Batam kota baru,” imbuhnya. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain