Connect with us

9info.co.id | TANJUNGPINANG — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Universitas Batam (UNIBA) secara resmi membuka rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional melalui penyelenggaraan Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional bertema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Wilayah Pesisir.” Kegiatan yang berlangsung di Hall Galeri Tamadun Maritim, Gedung A Satu Gurindam – Ismeth Abdullah, dimulai pukul 13.00 WIB dan menjadi tonggak awal dari kerja sama lintas perguruan tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senin (25/5).

Dari pihak UMRAH, hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Suryadi, S.P., M.H., Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D, serta jajaran pimpinan fakultas, lembaga, UPA, dan pusat-pusat di bawah LPPM UMRAH. Kehadiran dosen dan mahasiswa UMRAH sebagai pelaksana program PKM turut menegaskan keterlibatan aktif dalam kegiatan kolaboratif ini. Dari pihak UNIBA, turut hadir Rektor, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor III, Dr. M. Gita Indrawan, Wakil Kepala LPPM UNIBA, Assoc. Prof. Dr. Ir. Yuanita F.D. Sidabutar, S.T., M.Si., dan Sekretaris LPPM UNIBA, Raymond, S.E., M.Sc., beserta dosen dan mahasiswa pelaksana pengabdian.

Seminar dibuka dengan sambutan oleh Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D yang menekankan bahwa tugas utama seorang dosen adalah menyebarkan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat, tidak hanya melalui ruang kuliah. Menurutnya, kegiatan pengabdian seperti ini menjadi ruang strategis bagi akademisi untuk menghadirkan manfaat dari hasil riset ke tengah masyarakat, terlebih di wilayah pesisir yang memiliki karakteristik sosial dan sumber daya yang khas.

Selanjutnya, Rektor UNIBA, Prof. Dr. Samsul Rizal, menyampaikan pentingnya keikhlasan dalam mengabdi dan berbagi ilmu. Ia menegaskan bahwa dosen memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dimilikinya dapat diimplementasikan secara nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyampaikan pesan yang intinya adalah ilmu pengetahuan harus bisa menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat, itulah hakikat dari pengabdian.

Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UMRAH, Dr. Suryadi, yang menyoroti pentingnya kerja sama lintas perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara UMRAH dan UNIBA merupakan langkah lanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah lama dijalin, dan kini mulai diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam bentuk kegiatan langsung di lapangan, seperti PKM kolaborasi ini.

Setelah pembukaan, seminar dilanjutkan dengan dua sesi pemaparan materi oleh narasumber dari kedua universitas. Sesi pertama dipandu oleh Eko Febri Syahputra Siregar, M.Pd (UMRAH), menghadirkan narasumber dari UNIBA, Dr. R. A. Widyanti Diah Lestari, S.E., S.H., S.Pd., M.M., CSRS., CSRA., dengan topik “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Keuangan Masyarakat Pesisir.” Ia mengulas strategi literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat pesisir, termasuk pentingnya pengelolaan usaha mikro secara berkelanjutan.

Sesi kedua dimoderatori oleh Christiani Prasetiasari, S.H., M.H., C.MED. (UNIBA), menampilkan narasumber dari UMRAH, Dr. Lily Viruly, S.TP., M.Si., dengan materi “Pemanfaatan Siput Laut Gonggong dan Ikan Hiu Menjadi Produk Inovasi Unggulan UMKM Masyarakat Pesisir.” Dalam paparannya, Ibu Dr. Lily mengangkat hasil riset yang menunjukkan potensi luar biasa dari sumber daya laut lokal untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi, baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun kelestarian budaya maritim.

Seminar ini merupakan hari pertama dari rangkaian kegiatan PKM Kolaborasi Nasional UMRAH–UNIBA, yang akan dilanjutkan pada Selasa, 27 Mei 2025 dengan pelaksanaan pengabdian langsung di Desa Pengudang. Pada hari kedua ini, tim dosen dan mahasiswa dari kedua universitas akan bekerja bersama masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan pengabdian yang berlokasi di Balai Desa, Puskesmas Pembantu, serta Sekolah Dasar 005 Teluk Sebong, di Desa Pngudang, melalui penerapan solusi berbasis riset untuk meningkatkan kapasitas lokal wilayah pesisir.

Melalui kolaborasi ini, UMRAH dan UNIBA mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun wilayah pesisir. Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar kewajiban dalam Tri Dharma, tetapi juga bentuk nyata komitmen kampus dalam membangun negeri dari pinggiran, dari laut dan pesisir, untuk Indonesia yang lebih berdaya dan berkelanjutan.(AS)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Pastikan Pelayanan Suplai Air Bersih Tetap Optimal Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi

BP Batam Pastikan Pelayanan Suplai Air Bersih Tetap Optimal Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi

9info.co.id | BATAM – Menanggapi keluhan masyarakat soal kondisi air bersih yang terlihat keruh dan bercampur endapan lumpur di sebagian wilayah pelayanan area Tiban, Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak sementara dari pengoperasian kembali jaringan distribusi pasca pekerjaan interkoneksi pipa transmisi Ladi berkapasitas 50 liter per detik (lps).

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa tindak lanjut dari kondisi tersebut, pihak ABHi akan melaksanakan flushing atau penggelontoran jaringan secara bertahap pada area-area yang terdampak guna mempercepat proses pembersihan endapan dalam pipa distribusi.

Selain itu, lanjut Tuty, pihaknya juga mengimbau agar pelanggan yang terdampak dapat melakukan flushing (menguras saluran sistem air) secara mandiri dengan membuka keran air selama beberapa saat hingga aliran air kembali jernih sebelum digunakan atau ditampung untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang pelanggan rasakan akibat kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem penyediaan air bersih bagi pelanggan,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (3/6/2026).

Ia menyampaikan, SPAM bersama ABHi telah menurunkan tim untuk memantau kondisi jaringan di lapangan guna memastikan layanan air bersih kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Di samping itu, BP Batam juga akan meningkatkan penyampaian informasi kepada pelanggan agar proses pemulihan layanan dapat dipahami lebih baik dan tidak menimbulkan kekhawatiran.

“Kami turut mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Pada prinsipnya, BP Batam bersama ABHi berkomitmen untuk memaksimalkan suplai air bersih bagi pelanggan,” pesannya. (DN)

 

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain