Connect with us

9info.co.id – Pasca Kebakaran yang menghanguskan 6 rumah, Di perumahan Bida Ayu RT 02/RW 14 Kelurahan Mangsang-Sungai Beduk, jumat (18/3). Pemerintah Kota Batam telah membuka posko penerimaan bantuan untuk korban kebakaran.

Lurah Mangsang, Heryawan,  meninjau lokasi kebakaran dan langsung membentuk kepengurusan  Posko bantuan kebakaran.

“Kita telah melaporkan ke camat, Dinsos dan walikota Batam atas musibah ini, dan pada hari ini Sabtu, (19/3), dari Pihak Dinsos Khususnya Tagana, telah menurunkan Tim nya untuk membantu tim yang telah dibentuk di Posko penerimaan Bantuan ini,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Posko bantuan kebakaran RT 02/RW 14 bida ayu kelurahan Mangsang , Laspen Simamora menyatakan.” Kejadian kebakaran  kemarin, sebanyak 6 rumah Ludes di lalap sijago merah, harta benda mereka pun tidak bisa mereka selamatkan akibat kobaran api yang cepat menyebar,” Jelasnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mangsang ini menambahkan, Untuk membantu meringankan beban korban kebakaran ini, dengan berkoordinasi dengan Lurah, Kami telah membuka Posko Bantuan terhadap korban kebakaran.

Sejauh ini , sudah ada beberapa pihak yang telah berkontribusi untuk menyalurkan Bantuan berupa sembako dan materi.

“Kita berharap bantuan yang kita terimaย  dari posko ini, sedikit meringankan beban para korban,” tutupnya. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

โ€œPemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,โ€ ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

โ€œYang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,โ€ pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain