Connect with us

9info.co.id – Tindakan penggusuran bangunan dan pemagaran lahan menggunakan beton tanpa hak di kawasan Jalan Alternatif Transyogi, Harjamuki, Kota Depok, Jawa Barat oleh PT PP Properti Tbk. dipastikan dilaporkan langsung ke Presiden Jokowi.

“Kebetulan hari ini saya akan bertemu beliau (presiden) dan masalah ini pasti saya sampaikan,” ungkap Anggota DPR RI Adian Napitupulu saat bertemu para korban penggusuran pada Jumat 15 Juli 2022 pagi.

Kedatangan anggota Fraksi PDI Perjuangan ke lokasi ini mendadak dimajukan menjadi pukul 07.30 WIB dari rencana sebelumnya 09.30 WIB.

“Info: dikarenakan besok bang Adian Napitupulu bertemu Presiden pkl : 10:30 WIB, maka pertemuan besok dimajukan menjadi 07:30 WIB,” demikian isi WA yang dikirim Mangatur Nainggolan, Kuasa Hukum Jhon Simbolon dan Charyanto Kartolo, dua dari lebih 20 korban penggusuran dan penguasaan tanah oleh PT PP Properti Tbk. memberitahukan alasan pengubahan waktu pertemuan tersebut.

Adian Napitupulu yang datang dengan menyetir sendiri mobilnya, langsung menemui para korban. Mereka berkumpul di lahan milik Jhon Simbolon. Di area ini sebelumnya ada bangunan dan tempat tinggal keluarga serta usaha bengkel mereka. Pada tanggal 17 Juni 2022 bangunan tempat tinggal keluarga dan usaha yang ada, telah dirobohkan paksa pihak PT PP Properti Tbk . menggunakan dua unit buldozer.

Kepada para korban, Adian Napitupulu kemudian mengecek keabsahan sertifikat tanah dan menanyakan kapan semua bukti-bukti itu divalidasi di Kantor Pertanahan. Kepada Jefry Silalahi salah seorang stafnya, diminta agar bukti-bukti tersebut segera dicopy. “Ini semua asli, ya!” kata mantan aktivis mahasiswa ini setelah melihat semua sertifikat dan surat-surat bukti kepemilikan tanah yang asli.

Kepada para korban penggusuran, Adian Napitupulu meminta, para korban harus tetap bersatu. “Jangan ada yang tidak diajak, karena berdasarkan pengalaman dalam membantu penyelesaian sengketa tanah, ada juga korban yang tidak mau bergabung dengan kita,” ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR ini juga dengan cermat, mendengar ceritera kesedihan masing-masing korban penggusuran.

Seperti digambarkan Ny. Mangatur Simanulang (57 tahun) istri dari Jhon Simbolon. “Tindakan mereka sungguh biadab,” katanya menceriterakan tragedi perobohan bangunan miliknya yang berdiri di atas tanah bersertifikat hak milik No. 10024 atas nama Jhon Simbolon.

Bukti Sertifikat Asli

Mangatur Nainggolan dari Mangatur Nainggolan Lawfirm (MNL) kuasa hukum korban penggusuran kemudian memperlihatkan bukti-bukti sertifikat tanah asli dan juga bukti validasi atas tanah milik kliennya tersebut.

Selaku kuasa hukum ia menyatakan dalam membela dan melindungi klien para pemilik tanah yang digusur itu, ia mengaku tidak dibayar. Hal tersebut sekaligus menjawab pertanyaan, apakah selaku lawyer anda dibayar! Mangatur tegas menjawab, “Tidak!”

Demikian pula selaku anggota dewan dan fungsionaris PDI Perjuangan, Adian Napitupulu menyatakan dalam membantu menyelesaikan sengketa ini, tidak akan menarik bayaran apapun.

Sementara itu Mangatur mengungkapkan, selain tindakan penggusuran dan pemagaran lahan, ada oknum-oknum yang melakukan intimidasi. Namun setelah di lahan tersebut dipasang spanduk “Selamat Datang Anggota DPR RI Adian Napitupulu”, ancaman itu mereda.

Korban lain Sebulon Butar-butar, menyatakan, tanahnya kini dipagar beton sehingga tidak bisa masuk ke lokasi. Sementara korban, Hasudungan Hutagaol yang sebelumnya memiliki bangunan untuk kantor usaha, kini rata dengan tanah setelah dibuldozer PT PP Properti Tbk.

Menjawab pertanyaan Adian Napitupulu, apa yang diharapkan untuk selesaikan sengketa tanah ini. Ada dua jawaban dari para korban penggusuran. Pertama minta dana penggantian dengan negosiasi langsung dengan PT PP Properti Tbk.

Sedangkan yang kedua, khusus atas tanah miliki Jhon Simbolon, karena lahan tersebut adalah tempat usaha dan hidup mereka, sedapat mungkin dipertahankan. Namun demikian tetap minta ganti atas kerugian pengrusakkan bangunan dan penjarahan barang dagangan saat dilakukan penggusuran paksa.

Sebelum menutup penyerapan aspirasi masyarakat di sini, Adian Napitupulu yang juga didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok, Hendrik Tankeallo, mengakui berkali-kali pihak direksi PT PP Properti Tbk. minta bertemu dengannya. “Saya jawab, mau bertemu asal semua pagar yang didirikan di atas lahan warga, dirobohkan dulu,” tegasnya disambut tepuk tangan warga yang hadir. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain