9info.co.id | BATAM – Upaya menjaga warisan budaya Indonesia kembali digerakkan dari Kota Batam, Kepulauan Riau. Festival Budaya Batak Batam (FBBB) 2026 akan menjadi panggung bagi masyarakat untuk menampilkan seni, tradisi dan kreativitas budaya Batak sekaligus memperkuat regenerasi budaya di tengah perubahan zaman.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 November 2026, di Tiarma Convention Hall Panbil, Batam.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan Yayasan Yonkenedia, yang didukung oleh Johanes Kennedy Aritonang, CEO Panbil Group, dan diketuai oleh Mangihut Rajagukguk.
Yang menjadi daya tarik, panitia membuka pendaftaran secara gratis dengan total hadiah yang dipersiapkan mencapai ratusan juta rupiah.
Namun, festival ini tidak semata-mata diarahkan sebagai kompetisi untuk memperebutkan hadiah. Di balik panggung perlombaan, terdapat pesan mengenai pentingnya menjaga budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan identitas bangsa.
Batam dipilih sebagai ruang perjumpaan budaya karena masyarakatnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman tersebut menjadikan kota industri dan perdagangan ini sebagai salah satu tempat berkembangnya berbagai komunitas budaya Nusantara.
Dalam Festival Budaya Batak Batam 2026, panitia membuka empat kategori perlombaan.
Pertama, Tortor Batak Dewasa yang terbuka untuk masyarakat umum, punguan marga, STM maupun perkumpulan.
Kedua, Tortor Batak Anak-Anak, yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal sekaligus menampilkan seni tradisional Batak.
Ketiga, Parsinabung/Maminta Gondang/Umpasa, sebagai bagian dari seni dan tradisi Batak yang memiliki nilai budaya serta kearifan lokal.
Keempat, Fashion Show Busana Batak, yang mengangkat kekayaan busana tradisional Batak melalui kreativitas peserta.
Masa pendaftaran berlangsung mulai 12 September hingga 3 Oktober 2026. Masyarakat yang ingin mengikuti festival dapat melakukan pendaftaran secara online melalui:
“Registrasi Festival Budaya Batak Batam 2026” (https://reference-url-citation.invalid/0)
Panitia menyebut kuota peserta terbatas sehingga calon peserta diimbau melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
Bukan Sekadar Perlombaan
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, tantangan pelestarian budaya tidak hanya berada pada bagaimana mempertahankan tradisi, tetapi juga bagaimana membuat tradisi tersebut tetap dikenal dan diterima oleh generasi muda.
Tortor, umpasa, gondang dan busana adat bukan sekadar bagian dari pertunjukan. Di dalamnya terdapat sejarah, nilai sosial, identitas dan cara pandang masyarakat Batak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi salah satu unsur penting dalam festival tersebut.
Panggung budaya seperti FBBB 2026 diharapkan dapat mempertemukan generasi yang masih memegang kuat tradisi dengan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan budaya global.
Semangat tersebut sekaligus menempatkan budaya Batak sebagai bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia.
Dari Batam untuk Indonesia
Sementara itu, Sekretaris Panitia Festival Budaya Batak Batam (FBBB) 2026, Berton Purba mengharapkan Festival Budaya Batak Batam (FBBB) 2026 menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Batak sekaligus terbuka bagi masyarakat Indonesia secara luas.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keberagaman budaya nasional melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat.
Puncak festival akan berlangsung Sabtu, 28 November 2026 di Tiarma Convention Hall Panbil, Batam. tegasnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai pendaftaran dan perlombaan, panitia dapat dihubungi melalui:
Mangihut: 0852-7225-5021
Martina: +62 852-7139-4888
Nixon Situmorang: +62 822-8846-3999
Berton Purba: +62 812-7066-0976
Gudner Simamora: +62 853-5601-0100
Dari Batam, semangat menjaga budaya leluhur kembali digaungkan. Sebab ketika sebuah tradisi tetap dipelajari, ditampilkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya, maka bagian dari kekayaan budaya Indonesia itu tetap hidup. (Mat).