Connect with us

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong dan mendukung penuh terhadap investasi manufaktur bernilai tambah dan relevan bagi Batam di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor timah solder oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa, Kamis (12/3/2026).

Momentum pelepasan ekspor tersebut hadir di tengah penguatan ekonomi Batam. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,49 persen secara year-on-year. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Batam terus menunjukkan daya tahan dan daya saing sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi yang strategis di wilayah barat Indonesia.

Dalam sambutannya, Fary Djemy Francis mengatakan bahwa Batam perlu terus mendorong investasi yang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi benar-benar bergerak hingga tahap produksi, hilirisasi, dan ekspor.

“Di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor. Momentum pertumbuhan ekonomi yang menguat harus diubah menjadi ekspansi industri bernilai tambah yang nyata,” katanya.

Kegiatan tersebut dipusatkan pada prosesi pelepasan pengiriman timah solder produksi Batam untuk pasar India. Agenda ini mencerminkan semakin kuatnya kemampuan Batam dalam menarik investasi yang tidak hanya hadir di atas kertas, tetapi juga mampu bergerak sampai pada tahap produksi dan menembus pasar internasional.

PT Solder Tin Andalan Indonesia atau STANIA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi timah dan menjadi bagian dari pengembangan industri bernilai tambah di Batam.

“Kehadiran perusahaan ini mencerminkan tumbuhnya aktivitas manufaktur hilir yang mendukung penguatan struktur industri daerah, sekaligus memperluas keterhubungan Batam dengan rantai pasok global, khususnya pada sektor manufaktur dan elektronik,” ujarnya.

Direktur PT Solder Tin Andalan Indonesia, An Sadiano, menyampaikan apresiasi atas dukungan BP Batam terhadap pengembangan investasi industri hilir di Batam.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan BP Batam yang telah memberikan perhatian dan dorongan bagi pengembangan industri kami. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam membangun iklim usaha yang kondusif, sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi bagi penguatan ekspor dari Batam,” ujarnya.

Bagi BP Batam, pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni korporasi. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa investasi hilir di Batam mulai terkonversi menjadi produksi riil, nilai tambah, serta akses pasar internasional.

Hal tersebut penting dalam membangun kredibilitas Batam sebagai kawasan yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga mampu mengeksekusi investasi secara nyata.

Kehadiran industri seperti STANIA juga memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi yang kompetitif. Kedekatan dengan Singapura, kematangan kawasan industri, serta konektivitas logistik menjadi keunggulan yang membuat Batam semakin relevan di tengah perusahaan global yang kini semakin selektif memilih lokasi investasi dan produksi.

Ke depan, BP Batam memandang proyek-proyek hilirisasi seperti ini akan menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat daya saing Batam. Di tengah kompetisi kawasan yang semakin ketat, investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan menciptakan aktivitas ekonomi riil akan menjadi penentu penting bagi pertumbuhan Batam yang berkelanjutan. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Optimalisasi Pasokan Air Bagi Warga, Ini Langkah BP Batam

Optimalisasi Pasokan Air Bagi Warga, Ini Langkah BP Batam

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.

Merespons penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa, BP Batam telah menjalankan sejumlah mitigasi darurat guna menjaga ketahanan pasokan air bagi pemukiman warga.

BP Batam telah mengalirkan air dari embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku ke Waduk Nongsa.

Dilanjutkan dengan penguatan jaringan distribusi dengan pemasangan jaringan pipa interkoneksi antara jalur pipa distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa.

Pemasangan Mini Booster Pump juga tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan (end-line) seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau (khususnya elevasi tinggi).

Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa seluruh kapasitas infrastruktur air publik prioritas utamanya ditujukan untuk kebutuhan domestik warga.

“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).

Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga kontinuitas layanan.

Di sisi lain, peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang semakin optimal.

BP Batam Respons Soal Kebutuhan Air Data Centre dan Wajibkan Investor Manfaatkan SWRO

Ariastuty turut merespons soal kebutuhan air Data Centre untuk mendukung rencana investasi yang saat ini berkembang di publik.

“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).” Kata Tuty.

Ia menyebutkan, Kawasan Nongsa Digital Park, telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.

Dalam perkembangannya, geliat Investasi Data Center telah lama di dorong pemerintah Indonesia dengan banyak potensi untuk menjadi “the next hub” pusat data di Asia.

BP Batam berkomitmen menyiapkan kebijakan taktis dan terukur dalam penyiapan utilitas dan energi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat.

Dukungan yang Terukur, Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat

Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.

Kewajiban Penggunaan SWRO Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.

Mengenai peta investasi pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal.

Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi.

Untuk memenuhi kebutuhan industri secara mandiri, NDP juga memiliki embung tersendiri untuk kebutuhannya.

Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Centre lainnya masih dalam tahap rencana pengembangan atau dengan kata lain belum beroperasi.

Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.

“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Melalui SWRO menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data centre, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BP Batam Buka Berbagai Alternatif Kerja Sama Kemitraan Untuk Meningkatan Performa Ketahanan Air bagi Warga

Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air.

”Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG.” Lanjut Ariastuty.

Selain itu menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra perlu segera dilakukan langkah-langkah revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur layanan air bersih.

Pemasangan sistem monitoring SPAM berbasis SCADA yang berkelanjutan untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan juga menjadi prioritas BP Batam saat ini.

Tuty juga menjabarkan, BP Batam membuka peluang kemitraan guna percepatan diversifikasi sumber pasokan melalui penjajakan kerja sama dengan swasta maupun instansi pemerintah terkait seperti Kementerian PU – BWS, termasuk pengembangan teknologi SWRO serta tindaklanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan.

“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat.” Kata Tuty.

Pembangunan waduk baru juga menjadi sasaran BP Batam pada jangka panjang, mengingat proses pembuatan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar yakni lima hingga tujuh tahun.

“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan.” Pungkas Tuty. (IN)

Continue Reading

Berita Lain