Connect with us
Meriah dan Penuh Khidmat, Ir. Ediaman Sinaga/br Sihombing Kembali Pimpin PPTSB Kepri Periode Kedua

Meriah dan Penuh Khidmat, Ir. Ediaman Sinaga/br Sihombing Kembali Pimpin PPTSB Kepri Periode Kedua

More Videos

9info.co.id | BATAM – Ribuan keluarga besar Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru, Bere, Ibebere (PPTSB) memadati Grand Tama Convention Centre, Batuaji, Minggu (15/2/2026), dalam rangkaian Perayaan Pesta Bona Taon yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus DPW PPTSB Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

‎Dalam momentum penuh sukacita dan kebersamaan tersebut, Ir. Ediaman Sinaga/br Sihombing kembali dilantik untuk periode kedua sebagai Ketua Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boruna (PPTSB) Wilayah Kepri.

‎Pelantikan dilakukan secara resmi dan khidmat, disaksikan ribuan pomparan Toga Sinaga yang hadir dari berbagai kabupaten/kota di Kepri.

‎Pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPW Kepri dibacakan oleh Sekjen DPP PPTSB Sedunia, Eduard Sinaga, dan prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PPTSB Sedunia, Sairon Sinaga/br Nainggolan.

Meriah dan Penuh Khidmat, Ir. Ediaman Sinaga/br Sihombing Kembali Pimpin PPTSB Kepri Periode Kedua

‎Turut dilantik bersama Ketua, jajaran pengurus harian DPW Kepri, di antaranya Sekretaris DPW Kepri Marudut Sinaga/br Manullang, Bendahara Roganti Situmorang/br Sinaga, para pengurus bidang, serta pemangku adat. Prosesi ini juga disaksikan langsung oleh Penasehat PPTSB Wilayah Kepri, Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH., MH./br Sidabutar.

‎Dalam sambutannya, pengurus DPP PPTSB Sedunia berharap pada periode kedua kepemimpinan Ir. Ediaman Sinaga/br Sihombing, seluruh jajaran pengurus semakin solid, eksis, dan terus bergerak demi kemajuan pomparan Toga Sinaga, baik dalam penguatan adat, budaya, maupun peran sosial di tengah masyarakat.

‎Momentum Pesta Bona Taon ini menjadi ajang strategis untuk konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen dalam menjalankan program kerja ke depan. Semangat kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong menjadi nilai utama yang terus digaungkan dalam tubuh PPTSB Kepri.

‎Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura, perwakilan Pemerintah Kota Batam yang mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam yakni Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Rudi Panjaitan, Anggota DPRD Provinsi Kepri sekaligus Ketua PKNTT Kepri, Andi Muktar, Anggota DPRD Kota Batam Novelin Fortuna Sinaga, serta Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester M. Simamora, S.I.K., M.H.


‎Semarak pesta semakin terasa dengan pembagian hadiah lucky draw kepada para peserta serta penampilan artis Duo Naimarata, Samuel Sigalingging, dan Enjoys Trio yang disponsori langsung oleh RSP Production pimpinan Ibu Ratnawati Sidabutar.

‎Riuh tepuk tangan dan sukacita mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga acara berakhir.

‎Ketua Panitia Pelaksana, Marudut Sinaga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Toga Sinaga serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pesta Bona Taon dan Pelantikan Pengurus DPW Kepri dengan sukses dan lancar.

‎“Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali persaudaraan pomparan Toga Sinaga di Kepri dan membawa berkat bagi kita semua,” ujarnya.

‎Perayaan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kekuatan solidaritas, komitmen, dan eksistensi PPTSB sebagai wadah pemersatu pomparan Toga Sinaga yang terus berkontribusi bagi masyarakat dan daerah. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version