Connect with us
Meriahnya Malam Final Istana Sport Cup Piala Kepala BP Batam 2023

Meriahnya Malam Final Istana Sport Cup Piala Kepala BP Batam 2023

More Videos

0Info.co.id | BATAM – Setelah seminggu berlangsung, Gelaran Turnamen Futsal Istana Sport Cup Piala Kepala BP Batam 2023 berakhir dengan meriah, pada Minggu (17/12/2023) malam.

Sebanyak 32 tim Kategori SMP, 24 tim Kategori SMA/SMK, dan 33 tim Kategori Umum telah berlaga dalam turnamen ini.

Pertandingan final dari masing-masing partai berlangsung sengit. Serangan demi serangan diluncurkan untuk mencetak skor ke gawang lawan, menghadirkan ketegangan dan keseruan yang membuncah di tribun penonton yang memadati area Sport Hall Temenggung Abdul Jamal.

Setelah berjibaku mengalahkan puluhan tim, berikut skor akhir pada babak final dari masing-masing kategori:

1. SMPN 26 Batam menang 4-1 atas SMPN 16 Batan

2. MAN 2 Batam menang 3-1 atas SMAN 12 Batan

3. Kafe Daniel 76 menang 5-2 atas Tempat Teduh Fanati.

Kepala BP Batam diwakili oleh Kepala Bagian Humas BP Batam, Sazani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan turnamen futsal ketiga digelar BP Batam bersama Istana Sport.

“Mudah-mudahan jika ada kesempatan, kami akan menggelar turnamen yang sama di tahun depan,” ujarnya.

Menurut Sazani, turnamen ini sangat dinanti oleh penggiat olahraga futsal. Terbukti dari besarnya antusiasme para peserta, baik dari kalangan pelajar SMP, SMA, dan masyarakat umum.

“Bahkan ada peserta dari luar Pulau Batam, ini luar biasa. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi yang selalu memberikan dukungan terselenggaranya turnamen futsal ini,” kata Sazani.

Owner Istana Sport, Harpreet Singh, turut mengungkapkan apresiasinya kepada BP Batam atas inisiasi turnamen yang sama di tahun depan.

“Kami juga ingin kembali berkolaborasi dengan BP Batam untuk turnamen keempat. Semoga bisa lebih meriah dari tahun ini. Dan tidak menutup kemungkinan juga, kami akan adakan turnamen serupa untuk cabang olahraga lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Aldo ini.

Ide tersebut disambut baik oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Mahmudi. Ia mengatakan pihaknya bersama-sama dengan BP Batam, akan mengakomodir turnamen-turnamen olahraga lainnya di Kota Batam.

“Kami optimis, dengan antusiasme yang ada, olahraga di Kota Batam akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sehat, sesuai dengan amanah dari Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi,” Pungkas Mahmudi

Para juara mendapatkan piala, uang pembinaan, serta bingkisan berupa sepatu olahraga.

Berikut daftar para pemenang:

Kategori SMP:

1. Champion: SMPN 26 Batam

2. Runner Up: SMPN 16 Batam

3. Juara 3 Bersama: SMPN 25 Batam dan SMPN 4 Batam

4. Best Player: Ferris Erland Wijaya (SMPN 26 Batam)

5. Top Scorer: M. Desta Aditya (SMPN 26 Batam)

6. Best Goalkeeper: Fadhli Mahardika (SMPN 26 Batam)

7. Best Coach: Rinaldo (SMPN 26 Batam)

8. Supporter Terbaik 1: SMPN 6 Batam

9. Supporter Terbaik 2: SMPN 41 Batam

10. Supporter Terbaik 3: SMPN 26 Batam

11. Team Fairplay: SMPN 26 Batam

Kategori SMA:

1. Champion: MAN 2 Batam

2. Runner Up: SMAN 12 Batam

3. Juara 3 Bersama: SMAN 8 Batam dan SMKN 7 Batam

4. Best Player: Jimmy (MAN 2 Batam)

5. Top Scorer: Habib (SMAN 12 Batam)

6. Best Goalkeeper: Yunanda (MAN 2 Batam)

7. Best Coach: Subhan (MAN 2 Batam)

8. Supporter Terbaik 1: SMAN 20 Batam

9. Supporter Terbaik 2: SMAN 4 Batam

10. Supporter Terbaik 3: SMKN 7 Batam

11. Team Fairplay: SMAN 8 Batam

Kategori Umum:

1. Champion: Kafe Daniel 76 (Pulau Buru Tg. Balai Karimun)

2. Runner Up: Tempat Teduh Fanatik

3. Juara 3 Bersama: YFC dan Pelor Mas FC

4. Best Player: Agustian (Kafe Daniel 76)

5. Top Scorer: Suhendar (Tempat Teduh Fanatik)

6. Best Goalkeeper: Randy (Kafe Daniel 76)

7. Best Coach: Syarifudin (Kafe Daniel 76)

8. Fairplay: PCI

(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Optimalisasi Pasokan Air Bagi Warga, Ini Langkah BP Batam

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.

Merespons penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa, BP Batam telah menjalankan sejumlah mitigasi darurat guna menjaga ketahanan pasokan air bagi pemukiman warga.

BP Batam telah mengalirkan air dari embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku ke Waduk Nongsa.

Dilanjutkan dengan penguatan jaringan distribusi dengan pemasangan jaringan pipa interkoneksi antara jalur pipa distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa.

Pemasangan Mini Booster Pump juga tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan (end-line) seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau (khususnya elevasi tinggi).

Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa seluruh kapasitas infrastruktur air publik prioritas utamanya ditujukan untuk kebutuhan domestik warga.

“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).

Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga kontinuitas layanan.

Di sisi lain, peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang semakin optimal.

BP Batam Respons Soal Kebutuhan Air Data Centre dan Wajibkan Investor Manfaatkan SWRO

Ariastuty turut merespons soal kebutuhan air Data Centre untuk mendukung rencana investasi yang saat ini berkembang di publik.

“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).” Kata Tuty.

Ia menyebutkan, Kawasan Nongsa Digital Park, telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.

Dalam perkembangannya, geliat Investasi Data Center telah lama di dorong pemerintah Indonesia dengan banyak potensi untuk menjadi “the next hub” pusat data di Asia.

BP Batam berkomitmen menyiapkan kebijakan taktis dan terukur dalam penyiapan utilitas dan energi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat.

Dukungan yang Terukur, Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat

Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.

Kewajiban Penggunaan SWRO Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.

Mengenai peta investasi pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal.

Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi.

Untuk memenuhi kebutuhan industri secara mandiri, NDP juga memiliki embung tersendiri untuk kebutuhannya.

Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Centre lainnya masih dalam tahap rencana pengembangan atau dengan kata lain belum beroperasi.

Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.

“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Melalui SWRO menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data centre, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BP Batam Buka Berbagai Alternatif Kerja Sama Kemitraan Untuk Meningkatan Performa Ketahanan Air bagi Warga

Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air.

”Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG.” Lanjut Ariastuty.

Selain itu menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra perlu segera dilakukan langkah-langkah revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur layanan air bersih.

Pemasangan sistem monitoring SPAM berbasis SCADA yang berkelanjutan untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan juga menjadi prioritas BP Batam saat ini.

Tuty juga menjabarkan, BP Batam membuka peluang kemitraan guna percepatan diversifikasi sumber pasokan melalui penjajakan kerja sama dengan swasta maupun instansi pemerintah terkait seperti Kementerian PU – BWS, termasuk pengembangan teknologi SWRO serta tindaklanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan.

“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat.” Kata Tuty.

Pembangunan waduk baru juga menjadi sasaran BP Batam pada jangka panjang, mengingat proses pembuatan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar yakni lima hingga tujuh tahun.

“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan.” Pungkas Tuty. (IN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version