Connect with us

9info.co.id | BATAM – Dalam upaya mewujudkan Guru Sekolah Minggu (GSM) yang kreatif dan inovatif, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XX Kepulauan Riau (Kepri) menggelar pelatihan GSM pada Sabtu, (5/04/2025) di HKBP Batu Aji Baru Ressort Sungai Langkai, Jalan Kavling Baru Nomor 2, Sei Langkai, Sagulung, Kota Batam.

Mengusung tema “Jangan Menjadi Serupa dengan Dunia”, pelatihan ini diikuti oleh sekitar 400 peserta dari berbagai jemaat HKBP se-Kepri.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan ibadah singkat, dan menghadirkan narasumber utama, Pdt. Marcia Silaen dari Biro Sekolah Minggu, Departemen Koinonia, Kantor Pusat HKBP.

Dalam sesi materinya, Pdt. Marcia membahas psikologi generasi anak serta pelatihan pembuatan alat peraga untuk menunjang proses belajar di sekolah minggu. Alat peraga ini nantinya akan diterapkan oleh para guru di gereja masing-masing.

Praeses HKBP Distrik XX Kepri, Pdt. Henry Banuareah, S.Th., M.M, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para GSM.

Ia menekankan pentingnya peran GSM dalam membentuk karakter anak-anak sebagai generasi masa depan gereja.

“Saya atas nama HKBP Distrik XX mendukung penuh kegiatan ini. Besar tanggung jawab pelayanan GSM yang juga menjadi tanggung jawab gereja. Apa yang kita lihat 50 tahun mendatang sangat dipengaruhi oleh ketulusan panggilan GSM,” ujar Praeses.

Ia menambahkan bahwa pelayanan GSM adalah panggilan yang mulia, dan para pelayan anak sekolah minggu harus saling menguatkan dalam menghadapi tantangan dan pergumulan pelayanan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Panitia Transformasi HKBP, yang juga Anggota DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, yang meninjau langsung jalannya pelatihan. Hadir pula Pimpinan Jemaat HKBP Batam Center, Pdt. Marudut Simanjuntak, S.Th., M.M yang turut menyampaikan renungan, serta beberapa fultimer HKBP dan pengurus GSM Distrik XX Kepri.

Pelatihan ini ditutup dengan semangat kebersamaan melalui pujian bersama, menyanyikan lagu sekolah minggu “Mari Kita Bersukaria” dan “Tanganku Na Met-Met”, sebagai penanda resmi dimulainya pelatihan.(MS)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 lalu. Perusahaan menyadari bahwa gangguan tersebut telah berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor pelayanan publik.

Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Vidya Kartika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan.

“Terkait pemberian kompensasi, PLN Batam menjelaskan bahwa mekanisme dan perhitungannya mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN Batam, serta Keputusan Direksi PT PLN Batam Nomor 0023.K/DIR/2017,” ujar Vidya.

Vidya menambahkan, dalam ketentuan tersebut, pemberian kompensasi didasarkan pada pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan. Besaran kompensasi dihitung berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku dengan mempertimbangkan kategori layanan pelanggan.

Bagi pelanggan reguler pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan sesuai formula yang ditetapkan. Sementara bagi pelanggan prabayar, kompensasi diberikan melalui penambahan energi listrik dalam bentuk token dengan nilai yang setara sesuai ketentuan. Adapun pelanggan layanan khusus atau business-to-business (B2B) mengikuti mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan dan perjanjian yang berlaku.

Proses perhitungan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data dan indikator mutu pelayanan melalui sistem administrasi pelayanan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pemberian kompensasi dilaksanakan secara terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PLN Batam memahami bahwa kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kewajiban kompensasi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, penguatan infrastruktur, serta penyempurnaan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko gangguan.

PLN Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Terkait kompensasi ini, kami juga sangat terbuka dan pelanggan dapat melihat langsung besarannya di aplikasi bright by PLN Batam, situs resmi kami, atau mendatangi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Baloi, Nagoya, Tiban, dan Batu Aji,” tutup Vidya. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain