Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sau kembali menegaskan komitmennya sebagai kawasan industri yang taat regulasi dan menjunjung tinggi transparansi ketenagakerjaan. Kepatuhan tersebut dibuktikan melalui hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) dan pembinaan yang dilakukan Tim Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (5/2/2026).

Sidak dipimpin langsung oleh Sekretaris Disnakertrans Kepri, Jhon Andariasta Barus, bersama Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Said Muhammad Idris. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh operasional perusahaan di KEK Tanjung Sau berjalan sesuai norma ketenagakerjaan serta standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di Indonesia.

Dalam proses verifikasi lapangan yang didampingi Manajer HSE PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP), Jhon Sinaga, tim pengawas melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari area kerja hingga fasilitas hunian pekerja. Hasilnya, seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan tersebut dinyatakan memiliki dokumen legalitas lengkap tanpa pengecualian.

Berdasarkan data pemeriksaan, terdapat tiga perusahaan kontraktor yang mempekerjakan TKA, yakni PT Helios Power Technologi dengan 46 orang TKA, PT Dongfeng dengan 6 orang TKA sebagai advisor PT HPT, serta Deep Link Steel Group International Engineering dengan 8 orang TKA sebagai subkontraktor PT HPT. Seluruhnya tercatat memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang sah.

“Sebanyak 60 orang TKA di KEK Tanjung Sau terbukti secara hukum memiliki RPTKA. Kami mengapresiasi pengelola kawasan atas kepatuhan yang konsisten serta sistem pengawasan internal yang berjalan dengan baik,” tegas Jhon Andariasta Barus.

Selain kepatuhan administratif, KEK Tanjung Sau juga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal. Manajemen PT BSP menegaskan bahwa penggunaan tenaga kerja asing bersifat sementara dan difokuskan pada kebutuhan teknis tertentu melalui skema alih teknologi.

Direktur PT BSP, Anwar, menyatakan pihaknya menyambut baik pembinaan dan pengawasan rutin dari pemerintah sebagai upaya menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat di sekitar kawasan proyek Tanjung Sau. Penerapan standar K3 dan pemenuhan norma ketenagakerjaan menjadi prinsip utama dalam setiap tahap pembangunan,” ujarnya.

Pengawasan ini sejalan dengan arahan Kepala Disnakertrans Kepri agar pengawasan ketenagakerjaan dilakukan secara intensif di seluruh wilayah kepulauan. Tujuannya memastikan perusahaan tidak hanya berorientasi pada target pembangunan, tetapi juga menjamin perlindungan, keselamatan, dan hak-hak pekerja.

Dengan hasil sidak tersebut, KEK Tanjung Sau dinilai layak menjadi contoh kawasan industri yang mampu mengharmoniskan investasi, kepatuhan hukum nasional, serta kesejahteraan sosial masyarakat lokal. (HN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai

DIKLAT

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Diklat Orientasi Pegawai untuk Gelombang ke-1 di Mako Brimob Polda Kepri, 18-20 Mei 2026.

Bekerjasama dengan Satbrimob Polda Kepri, orientasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun mental, disiplin dan etos kerja pegawai yang siap melayani dengan penuh tanggung jawab.

Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain menegaskan bahwa status sebagai pegawai tetap membawa amanah besar untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas.

“Saudara-saudara memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, berintegritas, memiliki jiwa korps dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” kata Alexander saat memberikan arahan Upacara Diklat.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, terutama dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pelayanan publik, perizinan, hingga pengadaan. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan profesionalisme organisasi.

Tak hanya itu, semangat kebersamaan dan soliditas antarpegawai juga menjadi nilai penting yang terus dibangun di lingkungan kerja.

“Kita adalah satu BP Batam. Jiwa korps harus dibangun agar tercipta soliditas dan semangat kebersamaan dalam organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad berharap kegiatan orientasi mampu memperkuat pemahaman pegawai terhadap arah kebijakan organisasi, sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap dinamika kepemimpinan dan budaya kerja di lingkungan BP Batam.

“Kegiatan ini agar bagaimana kita bisa memahami roda organisasi, bisa beradaptasi terhadap gaya kepemimpinan dan semua bisa berjalan seiring, selaras, seirama terhadap kebijakan organisasi,” pungkas Amsakar.

Sebanyak 676 pegawai akan mengikuti diklat yang dilaksanakan dalam enam gelombang hingga Juni 2026 mendatang. Para peserta dibekali pemahaman mengenai nilai, etika, serta budaya kerja instansi pemerintah guna menciptakan insan BP Batam yang tangguh dan bertanggung jawab. (AP)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain