Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat keamanan siber sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan digital yang aman dan terpercaya. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Freedom250 Tech Talk bertema “Strengthening Indonesia’s Cyber Defense: Pentahelix Collaboration for a Secure Digital Future” yang digelar di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 250 Tahun Amerika Serikat (Freedom250) yang diinisiasi oleh U.S. Consulate for Sumatra bersama mitra strategis di Indonesia. Forum ini menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, industri, komunitas, serta mitra internasional sebagai wujud implementasi kolaborasi pentahelix dalam menghadapi tantangan keamanan siber dan percepatan transformasi digital.

Wali Kota Batam yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan bahwa keamanan siber memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Menurut Rudi, transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah harus berjalan seiring dengan penguatan sistem perlindungan data dan keamanan informasi guna menjaga kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah.

“Transformasi digital tidak dapat dipisahkan dari aspek keamanan informasi. Kolaborasi pentahelix menjadi kunci agar inovasi digital berjalan selaras dengan perlindungan data dan kepercayaan publik. Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola keamanan informasi serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia TIK secara berkelanjutan,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, sebagai wilayah strategis yang berkembang pesat sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan internasional, Kota Batam dihadapkan pada tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi lintas sektor menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat ketahanan siber daerah.

Forum ini turut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri, serta mitra internasional. Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menegaskan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. Sementara itu, Kepala Balai Deteksi Sinyal BSSN Batam, Supapri Situmorang, menyoroti pentingnya penguatan sistem deteksi dini serta peningkatan kesadaran keamanan informasi di tengah meningkatnya ancaman siber.

Kegiatan Freedom250 Tech Talk juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Politeknik Negeri Batam dan Wiraraja GESEIP. Kerja sama ini mencakup pengembangan dan penyiapan talenta melalui program magang, rekrutmen lulusan, beasiswa, serta pelatihan upskilling dan reskilling. Selain itu, kerja sama juga meliputi pengembangan pembelajaran berbasis industri melalui kurikulum bersama dan pembelajaran berbasis proyek, pelaksanaan riset terapan dan inovasi teknologi, pemanfaatan serta berbagi sumber daya, hingga penguatan kemitraan strategis dan ekosistem industri.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, para pihak sepakat mendorong pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta pengembangan industri yang berorientasi pada hilirisasi teknologi, semikonduktor, energi terbarukan, dan inovasi berkelanjutan.

Menutup rangkaian kegiatan, Head of U.S. Consulate for Sumatra, Lisa Podolny, menyampaikan harapannya agar Freedom250 Tech Talk dan kolaborasi yang terjalin dapat menjadi fondasi dialog strategis dan kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam memperkuat ketahanan siber dan membangun masa depan digital yang aman dan inklusif. (Hum).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain