Connect with us

9info.co.id | BATAM – Batam kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah unggulan untuk investasi di Indonesia.

Rilis Majalah FOTUNE Indonesia edisi Juli 2026, Batam dinobatkan sebagai Best Place to Invest in Indonesia. Posisi geografis Batam, menjadi magnet bagi investor yang ingin mengakses pasar global dengan biaya operasional yang relatif lebih kompetitif.

Selain dikenal sebagai basis industri manufaktur nasional, Batam kini berkembang menjadi pusat ekonomi digital. Arus investasi baru terus mengarah pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti data center, artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan layanan digital.

Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat pengembangan industri digital sekaligus execution hub yang melayani kebutuhan pasar regional dan global.

Dengan berbagai sektor industri yang terus berkembang, kinerja investasi Batam pun menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan perhitungan investasi riil BP Batam, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp69,30 triliun, meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan investasi tersebut turut mendorong penguatan ekonomi daerah.

Sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga mencapai 83,80, mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang semakin baik sebagai modal penting bagi investasi yang berkelanjutan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berdaya saing.

“Masuknya Batam sebagai salah satu daerah terbaik untuk investasi menunjukkan bahwa berbagai upaya pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan yang kita lakukan mulai memberikan hasil positif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat iklim investasi dan menjadikan Batam sebagai kota yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujar Amsakar.

Amsakar menegaskan bahwa BP Batam akan terus menghadirkan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat transformasi digital, memperkuat pembangunan infrastruktur, serta memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi para investor.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai bahwa pengakuan dari Majalah FORTUNE Indonesia semakin memperkuat optimisme terhadap masa depan Batam sebagai destinasi investasi unggulan di Indonesia.

“Kepercayaan investor merupakan amanah yang harus dijaga. Karena itu, BP Batam akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif agar investasi yang masuk tidak hanya meningkat dari sisi nilai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Batam,” ujar Li Claudia Chandra.

Ia menambahkan, transformasi Batam menuju pusat industri manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital akan terus menjadi prioritas melalui pengembangan kawasan industri modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan pengakuan sebagai Best Place to Invest in Indonesia, didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, realisasi investasi yang terus meningkat, serta arah pembangunan yang berorientasi pada inovasi dan teknologi, Batam optimis investasi sebagai cerminan tata kelola dan visi Pembangunan yang berdampak, bukan sekadar angka statistik. (EI)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain