Connect with us

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan kontinuitas pelayanan air minum bagi masyarakat, di tengah kondisi cuaca dan curah hujan minim saat ini.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan ketersediaan air bersih Batam sangat bergantung pada sumber air baku yang berasal dari waduk. Karena itu, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi bersama.

“BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar Denny di Batam Centre, Sabtu (8/8/2026).

Khusus Waduk Nongsa, kata Denny, terjadi penurunan volume akibat rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air. Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa. Namun, instalasi pengolahan air tetap dioperasikan secara optimal, dengan proses pengolahan dan distribusi air tetap mengacu pada standar baku mutu yang berlaku.

Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, pihaknya mengoptimalkan pasokan dari IPAM lainnya melalui interkoneksi jaringan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga distribusi ke pelanggan, termasuk wilayah ujung jaringan. Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian distribusi dapat berdampak pada pergeseran jam layanan.

Denny juga meluruskan bahwa kawasan Nongsa Digital Park (NDP) tidak bergantung pada Waduk Nongsa. Pasokan utama NDP berasal dari jaringan Waduk Duriangkang, sementara Waduk Nongsa berfungsi sebagai sumber penunjang (support).

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih, khususnya bagi kebutuhan rumah tangga maupun industri,” tegasnya.

Selain menjaga pelayanan saat ini, BP Batam juga memperkuat infrastruktur air bersih secara berkelanjutan melalui perluasan jaringan pipa distribusi dan penambahan kapasitas instalasi pengolahan air. Tahun ini, BP Batam membangun IPA baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi.

BP Batam juga mengembangkan potensi sumber air baru di luar waduk yang telah ada sebagai langkah antisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan industri ke depan, salah satunya Teknologi SWRO (Sea Water Reverse Osmosis). Teknologi ini merupakan metode pengolahan air laut menjadi air tawar atau air bersih.

Selanjutnya, penguatan interkoneksi antarwaduk terus dilakukan agar distribusi air ke berbagai wilayah, termasuk Nongsa, semakin fleksibel dan stabil.

Di tengah kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap ketersediaan air baku, Denny mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan tidak menggunakan air secara berlebihan, memastikan tidak ada kebocoran dan menghindari pemborosan. Penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan air bagi seluruh masyarakat Batam,” pungkasnya. (AP)

 

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

9info.co.id | BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mendorong pembangunan instalasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut untuk menunjang kebutuhan dasar di kawasan industri data centre khususnya Kabil dan KEK Nongsa.

Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen pemenuhan kebutuhan air dalam investasi data centre di Batam yang harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa menganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.

Dari 10 rencana pengembangan Data Centre ke depan, tercatat satu telah beroperasi dan menyambut baik harapan pemerintah untuk pembangunan SWRO secara mandiri. Diikuti dengan Data Centre lainnya yang juga akan mengembangkan skema tersebut.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setiap investasi data centre wajib membangun instalasi SWRO untuk kebutuhan operasionalnya.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BP Batam memastikan pertumbuhan industri tidak berjalan sendiri, tetapi turut memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan air bagi industri tidak boleh sepenuhnya menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Batam.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” katanya di Batam Centre, Rabu (23/9).

Batam disebutkan, dalam dua hingga tiga tahun mendatang diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air melalui SWRO sebanyak +- 750 liter/detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai +- 1.000 liter/detik melalui pembangunan SWRO di dua Kawasan tersebut, yaitu KEK Nongsa dan Kawasan industri Kabil.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa menganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.” ujarnya.

Peluang untuk Kebutuhan Masyarakat

Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri. Investasi ini membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.

Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Namun, pemanfaatannya tetap akan memperhatikan beberapa aspek, antara lain kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan dan kesiapan jaringan distribusi.

Amsakar berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi dan perkotaan.

“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” serunya.

Keberadaan data centre merupakan salah satu sektor strategis untuk mempekuat struktur ekonomi Batam di masa depan. Kehadirannya diharapkan memicu pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan sektor pendukung lainnya yang dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal.(AG).

Continue Reading

Berita Lain