Connect with us

9info.co.id– Walaupun sudah menyimpang dari kesepakatan bersama , dengan tidak mau menandatangani surat kesepakatan bersama yang difasilitasi oleh Kapolresta Barelang dan Dandim 0316 Batam, Direktur PT.Hapsibah, Juli Dumaini diduga menganulir kesepakatan yang sudah disepakati pada ,Sabtu (29/1/22) lalu.
Hal ini disampaikan kuasa Hukum PT.Bintang Kepri Jaya (PT.BKJ), Bali Dalo,SH, Jumat (4/2/22).
Bali Dalo Menyampaikan, pada hari Kamis, (3/2/22), Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH, kembali mengundang perwakilan PT.Siemen Indonesia, PT.Hapsibah, dan Klienya PT.BKJ di Aula lantai 3 Polresta Barelang.

” Dalam pertemuan tersebut, Direktur PT.Hapsibah ,Juli Dumaini malah menganulir kesepakatan bersama pada tanggal 29/1/2022 yang lalu”,sebut Bali Dalo.
Bahkan di depan Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH, ” Juli Dumaini malah meminta uang sebesar 4,5 M yang akan di bayarkan oleh PT.Siemen Indonesia ke PT.BKJ melalui rekening perusahaanya , akan menjadi hak PT.Hapsibah, dan keseluruhan material Scaffolding di berikan kepada PT.BKJ dan Vendornya”, terang Bali Dalo.
” Ini kan sudah menjadi permintaan yang aneh, jasa sewa material selama ini tidak dibayarkan, material juga dikuasai oleh PT.Hapsibah dan PT.Siemen, sehingga pemilik material tidak bisa melakukan apa apa, bahkan pihak Klienya telah melaporkan ke Polda Kepri, Polresta Barelang, Polsek ,namun belum ada kepastian hukum”, tanya Bali Dalo.
Bali Dalo menambahkan, Dalam pertemuan pada Kamis (3/2/22), Kapolresta Barelang menyatakan, bahwa project PT.siemens harus tetap berjalan, dan jika pihak PT.BKJ mamaksa mengambil material, maka tindakan yang dilakukan , dinyatakan sebagai tindakan pencurian atau pun pengrusakan, maka pihak yang melakukan akan di process secara hukum”, sebut Bali Dalo.

yang menjadi pertanyaan “mengapa kita ingin mengambil material milik kita sendiri, kok dikatakan sebagai pencuri, sementara pihak penyewa (PT.Hapsibah), dan pengguna material (PT.Siemen) atas barang milik PT BKJ dan beberapa Vendor lainya, tidak dinyatakan sebagai pihak yang bersalah”, tegas Bali Dalo.
Dia pun mempertanyakan, “dimana Hukum yang berkeadilan di negeri ini”, sesalnya.


Menyikapi hal ini, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH,melalui Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, SH menyampaikan, “Polresta Barelang merupakan pihak yang independent dan Netral dalam persoalan ini. TNI dan Polri tetap berupaya menjaga kekondusifan Iklim berinvestasi di Kota Batam.

” Jangan menggunakan tindakan yang melanggar Hukum dan bentuk premanisme dalam menyelesaikan persoalan, kita hadir untuk mengedepankan perdamaian secara musyawarah, namun bila hal tersebut juga tidak tercapai, maka proses hukum akan ditegakkan”, tegasnya.


Sementara itu, kuasa hukum PT.Hapsibah, Achsan menyatakan , belum tercapainya kesepakatan sesuai kesepakatan bersama yang difasilitasi oleh Kapolresta Barelang Dan Dandim 0316 Batam saat itu, karena masih ada nya beberapa poin yang mereka nilai merugikan pihak Klienya.


” Kita masih berupaya mencari solusi dan kembali berunding dengan Klien kita, sehingga setiap pihak merasa adil atas kesepakatan yang dituangkan dalam kesepakatan bersama tersebut “, terangnya.(pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HEADLINE

Bukan Sekadar Tempat Singgah, Hutama Karya Dorong Rest Area JTTS Bersih dan Nyaman

Hutama Karya Kelola 35 Rest Area di JTTS, Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan dan Kenyamanan Bersama

9info.co.id | SUMATRA – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Tidak hanya memastikan kelancaran perjalanan, perusahaan juga memberikan perhatian serius terhadap kebersihan dan kenyamanan fasilitas tempat istirahat atau rest area.

Mengusung semangat Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk berpartisipasi menjaga kebersihan fasilitas umum agar rest area menjadi tempat persinggahan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua orang.

Saat ini, Hutama Karya mengelola sebanyak 35 rest area di sejumlah ruas JTTS, terdiri atas 30 rest area Tipe A dan lima rest area Tipe B. Fasilitas tersebut tersebar di ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Indralaya–Prabumulih (Indraprabu), Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba), Pekanbaru–Dumai (Permai), Pekanbaru–Bangkinang, Padang–Sicincin, Binjai–Stabat, Indrapura–Kisaran (Inkis), Sigli–Banda Aceh, serta Betung–Tempino–Jambi (Betejam).

Perbedaan tipe rest area disesuaikan dengan karakteristik ruas jalan, volume lalu lintas, jarak perjalanan, serta kebutuhan fasilitas pendukung. Meski memiliki kelengkapan yang berbeda, kebersihan dan kenyamanan tetap menjadi perhatian utama dalam pengelolaannya.

Untuk memudahkan pengguna jalan menemukan lokasi tempat istirahat, Hutama Karya juga mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi Mozy melalui fitur MoRestArea yang menyediakan informasi lokasi rest area di sepanjang perjalanan.

Komitmen pelayanan tersebut turut diwujudkan melalui penyediaan rest area mini di Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra). Meskipun ruas tol sepanjang sekitar 22 kilometer tersebut tidak diwajibkan menyediakan rest area berdasarkan ketentuan yang berlaku, Hutama Karya tetap menghadirkan fasilitas istirahat berupa toilet, musala, dan pilihan jajanan.

Penyediaan fasilitas ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kelelahan maupun rasa kantuk saat berkendara. Hal tersebut sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara Selamat Sampai Tujuan (SETUJU).

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan kebersihan rest area merupakan salah satu bagian penting dari kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan perusahaan.

“Bagi kami, pelayanan yang baik tidak selalu hadir melalui hal-hal besar. Toilet yang bersih, tempat beristirahat yang nyaman, hingga lingkungan yang tertata merupakan bentuk perhatian sederhana yang memiliki arti bagi pengguna jalan. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin memastikan setiap pengguna jalan dapat merasakan kenyamanan, tidak hanya ketika berkendara, tetapi juga saat singgah untuk beristirahat,” ujar Iwan.

Dalam menjaga kualitas fasilitas, Hutama Karya melakukan pemeliharaan dan pembersihan secara berkala, pemantauan kondisi sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan petugas pengelola rest area.

Perhatian khusus diberikan terhadap fasilitas yang memiliki intensitas penggunaan tinggi, terutama toilet, karena kondisinya dapat berubah seiring meningkatnya aktivitas pengunjung.

Namun, upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Kesadaran pengguna jalan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan rest area yang nyaman secara berkelanjutan.

Hutama Karya mengajak masyarakat membiasakan diri menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya, menyiram toilet setelah digunakan, menjaga kebersihan lantai dan wastafel, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan musala dan area makan.

Iwan menegaskan bahwa rest area merupakan fasilitas bersama yang digunakan oleh masyarakat dengan kebutuhan dan kebiasaan berbeda-beda. Karena itu, diperlukan kepedulian seluruh pengunjung agar fasilitas tersebut tetap terawat.

“Kami memahami bahwa rest area merupakan fasilitas bersama yang digunakan oleh banyak orang dengan kebutuhan dan kebiasaan yang beragam. Petugas kami terus berupaya menjaga kebersihan secara berkala, namun kenyamanan yang berkelanjutan tentu akan lebih mudah terwujud apabila setiap pengunjung turut mengambil peran. Hal sederhana seperti menyiram toilet setelah digunakan atau membuang sampah pada tempatnya merupakan bentuk kepedulian kepada sesama pengguna jalan,” tambahnya.

Di balik kenyamanan rest area, terdapat dedikasi para petugas yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan dan memastikan fasilitas tetap dapat digunakan dengan baik.

Hutama Karya menyatakan akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan melalui evaluasi kondisi fasilitas, pemeliharaan rutin, serta respons terhadap berbagai kebutuhan dan keluhan pengguna jalan.

Perusahaan juga mengajak masyarakat untuk menggunakan fasilitas secara bijak dan tidak ragu menyampaikan kritik maupun masukan apabila menemukan fasilitas yang membutuhkan perhatian atau perbaikan.

“Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami percaya bahwa kenyamanan perjalanan tidak hanya dibangun melalui fasilitas yang tersedia, tetapi juga melalui kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menjaga rest area sebagai ruang singgah yang bersih dan nyaman, karena setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi bentuk perhatian bagi pengguna jalan berikutnya,” tutup Iwan.

Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Hutama Karya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya.

Sebagai bentuk keterbukaan terhadap masukan masyarakat, pengguna jalan dapat menyampaikan laporan, kritik, dan saran terkait kebersihan maupun kondisi fasilitas rest area melalui layanan call center terintegrasi di nomor 150-700, WhatsApp 0811-277-000, atau fitur Feedback pada aplikasi Mozy yang tersedia di App Store dan Google Play Store.

Hutama Karya berharap keterlibatan aktif masyarakat bersama pengelola dapat menciptakan lingkungan rest area yang bersih, aman, dan nyaman, sehingga perjalanan di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera tidak hanya memberikan kemudahan konektivitas, tetapi juga pengalaman perjalanan yang lebih baik. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain