Connect with us

9info.co.id | BATAM — Dukungan terhadap rencana moratorium parkir di tepi jalan selama dua bulan terus mengalir dari kalangan legislatif Kota Batam. Anggota Komisi III DPRD Batam, Jamson Silaban, menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah tepat untuk mengevaluasi sistem perparkiran yang dinilai masih jauh dari optimal.

‎“Kita perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem parkir di Batam. Moratorium ini penting untuk melihat sejauh mana efektivitas dan transparansi pengelolaan yang ada saat ini,” tegas Jamson dalam keterangannya.

‎Senada dengan itu, politisi Partai Golkar, Walfentius Tindaon, juga menilai bahwa target capaian Dinas Perhubungan (Dishub) Batam dalam sektor parkir belum memenuhi harapan. Ia bahkan menyinggung adanya indikasi praktik-praktik korupsi yang selama ini luput dari perhatian.

‎“Pendapatan dari sektor parkir sangat minim. Ini menjadi tanda tanya besar, apakah ada kebocoran? Jangan sampai ada oknum yang bermain,” ujarnya.

‎Sorotan tajam juga datang dari Anggota DPRD Batam lainnya, Setia Putra Tarigan. Ia mengkritik kinerja Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam yang dinilainya belum maksimal dalam menyikapi persoalan parkir.

‎“Kadishub harus lebih tegas dan responsif. Jangan biarkan ada ‘raja-raja kecil’ yang menguasai lahan parkir dan mengambil keuntungan pribadi dari fasilitas publik,” tegas Politis Partai Gerindra ini.

‎Para anggota dewan sepakat bahwa transparansi dan penataan ulang sistem parkir perlu segera dilakukan agar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini tidak terus bocor. Mereka pun meminta Wali Kota Batam untuk segera mengambil langkah strategis dan berani memberantas praktik-praktik penyimpangan dalam pengelolaan parkir.

‎Moratorium dua bulan ini diharapkan menjadi momentum untuk melakukan audit, investigasi, dan restrukturisasi sistem perparkiran agar lebih tertib, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

9info.co.id | BATAM  – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh. Fatur Akbar mengatakan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu.

Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain.
Menurut dia, hubungan kerja para kru berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, bukan sebagai agen pelayaran. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan manajeman PT ASL.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Fatur mengatakan berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi ketika kondisi cuaca dan arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.

Ia menambahkan pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban dimakamkan di Batam.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Jumat (6/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Fazzli mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB, sementara insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Sementara korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, sedangkan satu korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.(Tim)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain