Connect with us

9info.co.id | BATAM – Jemaat dan Pelayan Gereja HKBP Aek Nauli, Ressort Aek Nauli Bida Ayu, Distrik XX Kepulauan Riau, dengan penuh sukacita akan menggelar Pesta Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dohot Mangompoi pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025.

Perayaan iman ini menjadi momentum bersejarah yang sarat makna spiritual, sekaligus ungkapan syukur atas anugerah Tuhan yang senantiasa menyertai perjalanan pelayanan jemaat.

Pendeta Ressort HKBP Aek Nauli Bida Ayu, Pdt. Deser Jaspin Nababan, S.Th menjelaskan, “Mameakhon Batu Ojahan (MBO) adalah tradisi ibadah sakral di HKBP, yang melambangkan sempurnanya persekutuan umat saat Allah dengan Roh-Nya bersemayam di rumah Tuhan. Hal itu ditandai dengan peletakan peti perjanjian di dekat altar gereja sebagai wujud kehadiran Roh Kudus.”

Lebih jauh, MBO dan Mangompoi juga menjadi pengingat bagi jemaat akan janji setia yang harus dipegang teguh, antara lain:
– Menjunjung tinggi kebenaran Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.

– Mewariskan ajaran gereja dari generasi ke generasi.

– Menjaga kekudusan dan kesucian gereja.
Menegur siapapun yang mencemari kekudusan gereja.

– Menyerahkan gereja sepenuhnya menjadi milik HKBP Hatopan.

Ibadah Mangompoi sendiri merupakan pengudusan gereja yang meneguhkan bahwa Yesus Kristus, Raja Gereja, memimpin dan membimbing jemaat HKBP Aek Nauli untuk tetap hidup dalam kekudusan melalui perkataan, tindakan, dan perbuatan.

Tahun ini, pesta mengusung tema “DEBATA Paimbaruhon Ngolu ni Bangso-Na” (Tuhan Memperbaharui Kehidupan Umat-Nya) yang diambil dari Kitab Amos 9:11–15.

Acara besar ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 4.000 jemaat dan tokoh-tokoh penting, di antaranya:
– Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST (Ephorus HKBP) bersama rombongan dari Kantor Pusat HKBP Pearaja.

– Pdt. Henry Banuarea, S.Th, M.M (Praeses Distrik XX Kepulauan Riau).

– Seluruh pendeta Ressort Distrik XX Kepulauan Riau.

– Pelayan fungsional yang pernah mengabdi di HKBP Aek Nauli.

– Perwakilan gereja-gereja di Tanjung Piayu dan Distrik XX Kepulauan Riau.

– Tokoh-tokoh undangan lainnya.

Ketua Umum Panitia, Richard Rando Sidabutar, S.H., M.H didampingi Ketua Pelaksana, Pulo S.B. Pasaribu, menyampaikan bahwa persiapan acara sudah mencapai 95 persen. “Kami sangat bersukacita menyambut kehadiran Ompui Ephorus di Batam. Mohon doa dan dukungan dari seluruh jemaat agar pesta iman ini berjalan lancar dan menjadi berkat bagi kita semua,” ujarnya.

Melalui Pesta MBO dan Mangompoi ini, HKBP Aek Nauli Ressort Aek Nauli Bida Ayu meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi sarana
persekutuan dan pelayanan yang teguh, memuliakan nama Tuhan, serta menghadirkan pembaharuan hidup bagi jemaat dan masyarakat.(RP)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain