Connect with us

9info.co.id | BATAM – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama jajaran Direktorat Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (DIHAL) melakukan kunjungan kerja ke Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).

Rombongan BP Batam diterima secara hangat oleh Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KIP, Edi Purwanto, serta Komisioner Bidang Regulasi KIP, Rini Purwandari, di Ruang Pertemuan Komisi Informasi Pusat, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Ariastuty menyampaikan bahwa kunjungan ke KIP tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan BP Batam dan jajaran pejabat struktural yang baru, tetapi juga sebagai sarana untuk memperoleh masukan serta bertukar pikiran terkait penguatan keterbukaan informasi publik.

“Kehadiran kami di Komisi Informasi Pusat ini selain untuk memperkenalkan BP Batam dan jajaran pejabat struktural yang baru, juga untuk mendapatkan masukan dan bertukar pikiran mengenai langkah-langkah progresif yang dapat kami lakukan,” ujar Ariastuty.

BP Batam sebelumnya berhasil meraih predikat Badan Publik Informatif untuk kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 96,90 dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

“Kami tidak ingin berhenti pada capaian yang sudah ada, tetapi ingin memastikan bahwa keterbukaan informasi benar-benar menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik di BP Batam,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KIP, Edi Purwanto, mengapresiasi berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan BP Batam dalam memperkuat pengelolaan keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, upaya BP Batam dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) internal menunjukkan adanya komitmen untuk memastikan implementasi keterbukaan informasi berjalan secara konsisten.

Selain itu, BP Batam juga dinilai telah melakukan berbagai penyempurnaan pelayanan, termasuk melalui digitalisasi serta pemenuhan kebutuhan layanan informasi bagi pemohon penyandang disabilitas.

Hal tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan BP Batam, khususnya berbagai inovasi dan upaya yang telah disiapkan dalam menghadapi penilaian keterbukaan informasi publik,” kata Edi.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi BP Batam dan Komisi Informasi Pusat untuk memperkuat sinergi dalam mendorong tata kelola informasi publik yang semakin transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (RUD)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Konsolidasi REL-MBG di Batam, Qodari Tekankan Pentingnya Penguatan Program MBG di Daerah

Konsolidasi REL-MBG di Batam, Qodari Tekankan Pentingnya Penguatan Program MBG di Daerah

9info.co.id | BATAM – Ketua Dewan Pembina Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL-MBG), Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Teluk Tering 1, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

‎Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi REL-MBG sekaligus melihat secara langsung kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

‎Muhammad Qodari yang saat ini menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, disambut Ketua DPW REL-MBG Provinsi Kepulauan Riau, Isye Lombogia, S.Pd., bersama jajaran pengurus dan relawan REL-MBG Kepri.

‎Qodari memang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah pada April 2026.

‎Kehadiran Qodari di Batam menjadi momentum memperkuat koordinasi antara jajaran pusat dan daerah. Konsolidasi tersebut juga diarahkan agar semangat organisasi setelah pengukuhan tingkat nasional dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.

‎Dalam kunjungan itu, jajaran REL-MBG meninjau aktivitas SPPG sekaligus berdiskusi mengenai berbagai aspek pelaksanaan program MBG, termasuk pentingnya pemenuhan standar kualitas, kebersihan, keamanan pangan serta kecukupan gizi bagi penerima manfaat.

‎Bagi REL-MBG, SPPG memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan MBG karena menjadi salah satu titik penting dalam proses penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.

‎Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan organisasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pelaksanaan MBG di Kepulauan Riau.

‎“Kami di Kepri siap bergerak dan membangun kolaborasi. Setelah pengukuhan, tugas kita bukan hanya menjalankan organisasi secara administratif, tetapi bagaimana keberadaan REL-MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Isye.

‎Menurut Isye, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi penerima manfaat. Program tersebut juga memiliki peluang untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat apabila melibatkan pelaku usaha dan pemasok bahan pangan lokal secara optimal.

‎Karena itu, REL-MBG Kepri mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, UMKM, koperasi, petani, peternak hingga nelayan.

‎“Semangatnya adalah gotong royong. Kita ingin berbagai elemen masyarakat dapat mengambil bagian sehingga program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

 

Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia,

Konsolidasi REL-MBG di Batam, Qodari Tekankan Pentingnya Penguatan Program MBG di Daerah

Dorong MBG Berdampak Luas

‎Kunjungan ke SPPG Teluk Tering juga menjadi bagian dari konsolidasi organisasi REL-MBG di Kepulauan Riau.

‎Batam dinilai memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kepri sekaligus daerah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

‎Dalam konteks tersebut, penguatan pelaksanaan MBG di Batam diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎REL-MBG Kepri menyatakan akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku ekonomi lokal agar rantai pasok bahan pangan untuk kebutuhan MBG dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

‎Dengan demikian, MBG tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat.

‎Kegiatan kunjungan kerja di SPPG Teluk Tering 1 Kota Batam berlangsung dalam suasana koordinatif dan kekeluargaan.

‎Jajaran REL-MBG Kepri menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat dengan semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Mat.)

Continue Reading

Berita Lain