Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melakukan peninjauan langsung kondisi arus mudik, Jumat (28/3/2025).

Sejak pagi, keduanya memantau arus mudik di Pelabuhan Sekupang, Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Punggur dan Pelabuhan Pelni di Batu Ampar.

Dalam pemantauan ini, Amsakar dan Li Claudia meninjau langsung fasilitas pelabuhan dan bandara, serta berinteraksi langsung dengan penumpang dan petugas.

Keduanya, menekankan pentingnya koordinasi antara pihak terkait guna memastikan protokol keselamatan berjalan dengan baik. Terutama komitmen mengenai angkutan yang tidak melebihi dari kapasitas yang tersedia.

“Bersama KSOP dan KKP kita juga sudah dialog langsung, dan mereka mengatakan jumlah penumpang sesuai dengan tempat duduk yang tersedia. Jadi tidak melebihi kapasitas,” ujar Amsakar.

Ia melanjutkan, dalam peninjauan ini dirinya bersama Li Claudia juga mengecek seluruh perangkat keselamatan yang tersedia di dalam kapal. Mulai dari pelampung, sekoci hingga fasilitas di dalam kapal juga tersedia dengan baik.

“Bahkan kami sampai diruang kemudi, untuk mengecek kecepatan kapal, kondisi kapal dan bagaimana mensiasati cuaca, alhamdulillah semua menurut saya mereka menjalankannya dengan profesional,” tuturnya.

Kepada masyarakat yang hendak mudik, Amsakar juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik Lebaran untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan adalah mengunci rumah dengan baik guna mencegah tindak kejahatan.

“Tentunya kita mendoakan semoga arus mudik tahun ini tidak terjadi insiden yang mengganggu keselamatan warga Batam yang hendak mudik. Semoga semua dalam berjalan lancar sampai kembali lagi ke Kota Batam,” tutupnya.

Sementara itu, Li Claudia Chandra memberikan semangat serta ucapan apresiasi kepada para petugas meskipun dalam keadaan berpuasa.

Kemudian Li Claudia juga mendoakan para petugas, semoga dalam menjalankan tugas dan pengabdian selalu diberikan kesehatan dan kenyamanan, agar masyarakat yang dilayani juga merasa nyaman. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Pansus DPRD Batam Bahas Revisi Perda Pengelolaan Sampah, Libatkan OPD, Pelaku Usaha dan Masyarakat

Pansus DPRD Batam Bahas Revisi Perda Pengelolaan Sampah, Libatkan OPD, Pelaku Usaha dan Masyarakat

9info.co.id | BATAM – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah menggelar rapat dan Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, serta unsur masyarakat, Selasa (2/6/2026) siang.

‎Rapat yang berlangsung di lingkungan DPRD Kota Batam tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Muhammad Rudi, ST, serta dihadiri anggota Pansus lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan aspirasi dan masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan substansi Ranperda yang saat ini tengah dibahas.

‎Dalam sambutannya, Muhammad Rudi menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Batam telah menjadi isu yang sangat mendesak dan membutuhkan penanganan yang komprehensif.

‎Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada proses pengangkutan dari rumah tangga dan kawasan permukiman, tetapi juga harus menyentuh aspek hilir, terutama pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎“Ini sudah menjadi prioritas Pemerintah Kota untuk segera menuntaskan masalah sampah secara menyeluruh dan kami harapkan dari persoalan landasan hukum yakni Perda dapat mendorong terwujudnya Batam yang bersih dan asri,” ujar Rudi.

‎Ia menjelaskan, revisi Perda Pengelolaan Sampah diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

‎Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan yang kompleks sehingga membutuhkan komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

‎“Memang rumit dan menantang persoalan sampah ini, namun jika kita semua bersinergi dengan iktikad baik bersama mewujudkan Batam yang bersih dan asri, insyaallah persoalan sampah ini bisa kita atasi bersama,” katanya.

‎Lebih lanjut, Rudi menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan hidup, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai mampu meningkatkan daya tarik Kota Batam sebagai destinasi investasi dan pariwisata.

‎“Jika Batam bersih, asri, dan indah, sudah tentu semakin banyak orang tertarik berkunjung ke Batam, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

‎Melalui rapat dan FGD tersebut, Pansus DPRD Kota Batam berharap memperoleh berbagai masukan konstruktif dari OPD terkait, pelaku usaha, serta masyarakat sebagai bahan penyempurnaan Ranperda. Dengan demikian, regulasi yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menjadi landasan hukum yang kuat dalam mendukung terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan di Kota Batam.

‎Pansus DPRD Kota Batam juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan daerah, sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara lebih optimal demi mewujudkan Batam yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pengunjung. (DN)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain