Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut Batam menentang kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

‎Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan, hingga saat ini Pemko Batam belum menerapkan kebijakan WFH bukan karena penolakan, melainkan masih dalam tahap kajian menyeluruh, khususnya terkait efektivitas dan efisiensi yang dihasilkan.

‎“Perlu kami luruskan, Pemko Batam tidak menolak kebijakan WFH. Saat ini kami masih melakukan penghitungan secara komprehensif, terutama terkait besaran efisiensi yang bisa dicapai,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

‎Ia menjelaskan, hingga kini pemerintah daerah belum memperoleh angka pasti mengenai potensi penghematan anggaran apabila sistem kerja dari rumah diterapkan di lingkungan ASN.

‎Selain itu, aspek teknis pelaksanaan, termasuk penentuan hari pelaksanaan WFH, juga masih menjadi bahan pertimbangan agar tidak menimbulkan celah penyalahgunaan kebijakan.

‎“Salah satu yang kami cermati adalah potensi penambahan hari libur bagi pegawai tertentu jika WFH diterapkan, misalnya bila dilaksanakan pada hari Jumat. Ini sedang kami kaji agar kebijakan tetap tepat sasaran,” jelasnya.

‎Ia juga menyampaikan bahwa perhitungan efisiensi masih berlangsung dan belum menghasilkan angka final sebagai dasar pengambilan kebijakan.

‎Ia menambahkan, apabila nantinya WFH diterapkan, hari pelaksanaannya tidak harus pada Jumat, melainkan bisa disesuaikan berdasarkan hasil kajian.

‎Di sisi lain, Rudi menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus memiliki indikator yang terukur, terutama dalam hal efisiensi anggaran.

‎Menurutnya, secara logis WFH berpotensi menekan biaya operasional, seperti pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat berkurangnya mobilitas pegawai, serta efisiensi penggunaan listrik di perkantoran.

‎Namun demikian, ia menekankan bahwa potensi tersebut harus dibuktikan melalui data dan laporan resmi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

‎“Hingga saat ini, laporan dimaksud masih dalam proses penyusunan dan belum seluruhnya disampaikan kepada pimpinan daerah,” tegas Rudi. (MC).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

SDN 009 Juga Dibangun ZoSS, Li Claudia: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

SDN 009 Juga Dibangun ZoSS, Li Claudia: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

9info.co.id | ‎BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, kembali turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Kali ini di SD Negeri 009 Batam Kota, Kamis (16/4/2026).

‎Peninjauan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Batam terhadap keselamatan pelajar, khususnya dalam aktivitas menyeberang jalan di kawasan sekolah yang rawan risiko.

‎Dalam kunjungannya, Li Claudia menyoroti belum tersedianya fasilitas penyeberangan yang layak di depan sekolah. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan siswa, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.

‎“Saya menerima laporan, anak-anak SDN 009 Batam Kota kesulitan menyeberang karena belum ada zebra cross. Ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Batam untuk segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.

‎Li Claudia bahkan meminta agar proses pembangunan ZoSS dapat segera dimulai, dengan mengacu pada fasilitas serupa yang tengah dikembangkan di SDN 001 Batam Kota.

‎“Kepala Dinas Perhubungan segera cek. Dalam waktu satu minggu, kalau bisa sudah mulai dikerjakan,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan Zona Selamat Sekolah tidak boleh dilakukan secara asal, melainkan harus dirancang secara optimal dan berstandar modern demi menjamin keamanan pelajar.

‎Menurutnya, ZoSS harus dilengkapi dengan penanda yang jelas serta sistem yang mendukung keselamatan pengguna jalan, sehingga benar-benar memberikan perlindungan bagi siswa.

‎“ZoSS harus jelas ditandai dan dibuat modern. Batam adalah kota maju, jadi kita harus bisa mengambil referensi dari negara maju, tentu tetap disesuaikan dengan standar yang berlaku,” katanya.

‎Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi anak-anak, sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan.(MC).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain