Connect with us

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Datacenter menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total daya 2 x 345 MVA. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan Altiva Datacenter di Kawasan Nongsa sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan data center berkapasitas hingga 700 MVA.

Penyediaan tenaga listrik melalui PJBTL tersebut direncanakan mulai dilakukan secara bertahap pada tahun 2027.

Penandatanganan PJBTL disaksikan oleh Wali Kota Batam ex officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam ex officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Turut hadir jajaran pejabat BP Batam, Direktur PT Altiva Identity Datacenter Edi Haryanto beserta jajaran, serta Komisaris dan Direksi PT PLN Batam.

Wali Kota Batam ex officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa penandatanganan PJBTL tersebut menjadi salah satu pintu penting bagi berkembangnya investasi sektor digital di Batam.

Menurut Amsakar, keputusan Altiva memilih Batam merupakan pilihan yang tepat karena Batam memiliki posisi geografis yang strategis, aksesibilitas yang baik, kedekatan dengan Singapura, serta peran penting sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia di kawasan barat.

“Batam merupakan daerah yang sangat representatif untuk pengembangan investasi berbasis teknologi. Lokasinya strategis, aksesibilitasnya terbuka, dan berhadapan langsung dengan salah satu pusat ekonomi utama di kawasan Asia,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam dan BP Batam siap memberikan dukungan bagi setiap investasi yang masuk, termasuk melalui percepatan perizinan, kemudahan proses, dan koordinasi lintas sektor.

“Apabila kebutuhan kelistrikannya telah dipersiapkan oleh PLN Batam, maka dari sisi perizinan dan dukungan lainnya kami juga siap mempercepat dan memudahkan apa yang dibutuhkan investor,” katanya.

Amsakar menilai momentum investasi Batam pada tahun 2026 dan 2027 harus dimanfaatkan secara optimal. Masuknya berbagai perusahaan teknologi dan data center berskala besar menunjukkan bahwa Batam semakin mendapat perhatian sebagai destinasi investasi digital.

“Pilihan berinvestasi di Batam semakin menegaskan bahwa daerah ini memiliki prospek yang sangat besar. Karena itu, mari kita membangun narasi yang produktif dan lebih banyak membicarakan kekuatan Batam agar daerah ini benar-benar menjadi pusat investasi dan lokomotif pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT PLN Batam menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap kesiapan sistem kelistrikan Batam.

“Melalui PJBTL ini, PLN Batam akan menyediakan pasokan tenaga listrik bagi pengembangan PT Altiva Identity Datacenter. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi energi bagi pertumbuhan ekonomi digital di Batam,” ujarnya.

Menurutnya, kepastian pasokan energi menjadi salah satu pertimbangan utama bagi industri data center dalam menentukan lokasi investasi. Untuk itu, PLN Batam terus menyiapkan sistem dan infrastruktur kelistrikan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri.

Penandatanganan PJBTL tersebut juga menambah daftar kerja sama PLN Batam dalam mendukung pengembangan data center berskala besar. Sebelumnya, PLN Batam telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah investor yang memiliki kebutuhan daya besar.

“Pesan kami kepada para investor sangat jelas. Batam siap menjadi tujuan investasi dan PLN Batam siap menjadi mitra energi yang andal untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Altiva Identity Datacenter, Edi Haryanto, menyampaikan bahwa Altiva hadir tidak hanya untuk membangun fasilitas pusat data, tetapi juga untuk berkontribusi dalam perjalanan Batam menuju salah satu pusat ekonomi digital di Indonesia.

“Dengan dukungan BP Batam, kesiapan PLN Batam, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Batam akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujar Edi.

PLN Batam juga menyampaikan apresiasi kepada PT Altiva Identity Datacenter atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada BP Batam yang terus berperan aktif dalam membuka ruang investasi, mempercepat proses perizinan, dan mengoordinasikan dukungan lintas sektor.

Proyek Altiva Datacenter dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 11 hektare di Kawasan Nongsa dan direncanakan berkembang secara bertahap hingga mencakup lebih dari 30 hektare. Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan dari PLN Batam, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sekaligus meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi investasi teknologi.

Didukung lokasi yang strategis dan konektivitas dengan pusat-pusat ekonomi regional, Batam memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu hub digital di kawasan Asia Tenggara.

Melalui kerja sama tersebut, PLN Batam menegaskan kesiapannya dalam mendukung kebutuhan energi bagi industri digital dan investasi berskala besar. Kolaborasi antara pemerintah, BP Batam, pelaku usaha, dan penyedia infrastruktur diharapkan semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital yang kompetitif dan berdaya saing global. (FQ).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 lalu. Perusahaan menyadari bahwa gangguan tersebut telah berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor pelayanan publik.

Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Vidya Kartika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan.

“Terkait pemberian kompensasi, PLN Batam menjelaskan bahwa mekanisme dan perhitungannya mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN Batam, serta Keputusan Direksi PT PLN Batam Nomor 0023.K/DIR/2017,” ujar Vidya.

Vidya menambahkan, dalam ketentuan tersebut, pemberian kompensasi didasarkan pada pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan. Besaran kompensasi dihitung berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku dengan mempertimbangkan kategori layanan pelanggan.

Bagi pelanggan reguler pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan sesuai formula yang ditetapkan. Sementara bagi pelanggan prabayar, kompensasi diberikan melalui penambahan energi listrik dalam bentuk token dengan nilai yang setara sesuai ketentuan. Adapun pelanggan layanan khusus atau business-to-business (B2B) mengikuti mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan dan perjanjian yang berlaku.

Proses perhitungan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data dan indikator mutu pelayanan melalui sistem administrasi pelayanan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pemberian kompensasi dilaksanakan secara terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PLN Batam memahami bahwa kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kewajiban kompensasi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, penguatan infrastruktur, serta penyempurnaan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko gangguan.

PLN Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Terkait kompensasi ini, kami juga sangat terbuka dan pelanggan dapat melihat langsung besarannya di aplikasi bright by PLN Batam, situs resmi kami, atau mendatangi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Baloi, Nagoya, Tiban, dan Batu Aji,” tutup Vidya. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain