Connect with us

9info.co.id | JAKARTA – PT PLN (Persero) memastikan kondisi sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya dalam keadaan aman, stabil, serta siap memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, saat melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jakarta dan Banten di Cawang serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok.
‎
‎Kunjungan tersebut dilakukan guna meninjau kesiapan operasional serta memastikan kecukupan pasokan energi primer di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat.
‎
‎Darmawan menegaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan seluruh parameter kelistrikan berada dalam kondisi stabil, baik dari sisi operasional sistem maupun pasokan energi primer.
‎
‎“Kami meninjau langsung sistem kelistrikan di lapangan. Dari hasil pemantauan, baik dari sisi operasional sistem maupun pasokan energi primer, semuanya dalam posisi yang cukup dan siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, sebanyak 76 gardu induk yang memasok listrik wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini beroperasi optimal. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pusat pemerintahan, kawasan bisnis, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
‎
‎PLN juga terus melakukan pemantauan secara real-time melalui pusat-pusat pengatur beban, termasuk UP2B Jakarta dan Banten yang menjadi salah satu tulang punggung pengendalian sistem kelistrikan di wilayah ibu kota.
‎
‎Selain itu, PLN memperkuat strategi optimalisasi rantai pasok melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI serta para pemasok energi primer. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasional pembangkit listrik.
‎
‎“Kami memahami bahwa keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan tidak hanya sistemnya yang andal, tetapi juga pasokan energinya terjaga dengan baik,” tambah Darmawan.
‎
‎PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan listrik yang andal, cukup, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia, serta memastikan sistem kelistrikan nasional tetap kuat dan stabil dalam berbagai kondisi. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 lalu. Perusahaan menyadari bahwa gangguan tersebut telah berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor pelayanan publik.

Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Vidya Kartika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan.

“Terkait pemberian kompensasi, PLN Batam menjelaskan bahwa mekanisme dan perhitungannya mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN Batam, serta Keputusan Direksi PT PLN Batam Nomor 0023.K/DIR/2017,” ujar Vidya.

Vidya menambahkan, dalam ketentuan tersebut, pemberian kompensasi didasarkan pada pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan. Besaran kompensasi dihitung berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku dengan mempertimbangkan kategori layanan pelanggan.

Bagi pelanggan reguler pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan sesuai formula yang ditetapkan. Sementara bagi pelanggan prabayar, kompensasi diberikan melalui penambahan energi listrik dalam bentuk token dengan nilai yang setara sesuai ketentuan. Adapun pelanggan layanan khusus atau business-to-business (B2B) mengikuti mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan dan perjanjian yang berlaku.

Proses perhitungan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data dan indikator mutu pelayanan melalui sistem administrasi pelayanan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pemberian kompensasi dilaksanakan secara terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PLN Batam memahami bahwa kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kewajiban kompensasi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, penguatan infrastruktur, serta penyempurnaan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko gangguan.

PLN Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Terkait kompensasi ini, kami juga sangat terbuka dan pelanggan dapat melihat langsung besarannya di aplikasi bright by PLN Batam, situs resmi kami, atau mendatangi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Baloi, Nagoya, Tiban, dan Batu Aji,” tutup Vidya. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain