Connect with us

9info.co.id | BATAM – Rektor Universitas Batam,Prof.Dr.Ir.secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Graha Bintang Kampus UNIBA(Kamis,18/9/2025).

Dalam sambutannya,Rektor UNIBA Prof Dr.Ir.Samsul Rizal M.Eng,IPU,ASEAN,Eng menyampaikan bahwa kesempatan bisa berkuliah merupakan anugerah yang luar biasa yang tidak semua orang beruntung,ada yang punya uang tapi tak punya niat untuk belajar di perguruan tinggi.

“Manfaatkan waktu kalian menghadapi perkembangan zaman di revolusi 5.0 untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital,menekankan pentingnya adaptasi,inovasi,akhlak mulia dan daya saing di tengah perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini”Ujar Prof Samsul Rizal.

Acara tersebut dihadiri para pejabat struktural Uniba,yakni Wakil Rektor I,Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M.,Wakil Rektor II,Dr.Angelina Leonora Rumengan,S.Kom.,M.M.Si,Wakil Rektor III,Dr.Mohamad Gita Indrawan,S.T.,M.M,beserta kehadiran oleh Direktur,Manajer,Dekan,Wakil Dekan,Ketua Program Studi dan pimpinan kemahasiswaan.

Menurut Ketua pelaksana PKKMB Uniba,Dr.Fendi Hidayat,S.T.,M.Kom mengatakan acara ini berlangsung selama tiga hari terhitung dari mulai hari Kamis hingga Sabtu mendatang,sedangkan tema PKKMB tahun ini bertajuk”Dengan PKKMB Uniba Tahun 2025 Berdampak Terhadap Asta Cita”

“Kegiatan PKKMB Uniba 2025 akan berlangsung berkelanjutan,menghadirkan narasumber internal maupun eksternal memberikan pencerahan dan pengalaman bagi para mahasiswa baru”imbuh Fendi Hidayat.

Di sela acara pelaksanaan pengenalan kehidupan kampus,Walikota Batam,Dr.Amsakar Achmad,S.Sos.,M.Si turut hadir untuk memberikan motivasi bagi generasi muda dalam menapaki dunia perkuliahan dan mengenal lebih luas lagi agar kelak bisa berkontribusi untuk Kota Batam.

Mengakhiri kegiatan hari pertama PKKMB para mahasiswa baru diselingi acara kreatif mahasiswa,termasuk persiapan pentas seni dan latihan kegiatan pergugus.

Suasana semakin meriah ketika mahasiswa menampilkan kreativitas mereka melalui seni,permainan serta kerja kelompok yang menumbuhkan solidaritas.(AS)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM โ€“ Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain